Berandaindonesia.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih tingkat kepuasan 72,8 persen dari publik. Generasi Z menjadi kelompok paling puas terhadap program ini dengan angka mencapai 80,7 persen.
Indikator Politik Indonesia menggelar survei pada 15-21 Januari 2026. Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan metode simple random sampling. Margin of error survei mencapai 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan proses pengambilan data. Tim peneliti mewawancarai seluruh responden secara tatap muka. Selain itu, supervisor melakukan quality control terhadap 20 persen sampel secara acak.
“Jadi, yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Kalau yang puas total 72,8 persen, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai kondisi, tergantung kemampuan BGN memperbaiki kualitas,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers, Minggu (8/2).
Selanjutnya, data menunjukkan variasi kepuasan berdasarkan tingkat pendidikan. Mahasiswa yang menempuh pendidikan perguruan tinggi mencatat kepuasan 62 persen. Angka ini lebih rendah dibanding kelompok berpendidikan SD.
“Dari sisi pendidikan, yang kuliahan puas 62 persen, meskipun tidak sepuas warga dengan pendidikan lebih rendah, seperti lulusan SD,” tuturnya.
Kemudian, survei juga mengukur kepuasan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Warga desa menunjukkan tingkat kepuasan sedikit lebih tinggi dibanding warga perkotaan. Hampir seluruh wilayah mencatat tingkat kepuasan yang relatif merata.
Namun, Jakarta menjadi pengecualian dengan tingkat kepuasan terendah. Ibu Kota hanya mencatat 52 persen warga yang puas terhadap program MBG.
“Jadi, warga Jakarta merupakan kelompok dengan proporsi ketidakpuasan paling tinggi terhadap program MBG,” pungkasnya.