Berandaindonesia.com, Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggelar rapat dengan badan usaha swasta pengelola SPBU. Rapat tersebut merumuskan harga BBM nonsubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia.
Bahlil menyatakan pemerintah terus mengkaji skema harga agar tetap adil bagi masyarakat, langkah tersebut juga sekaligus menjaga stabilitas energi nasional. Ia menegaskan proses pembahasan masih berlangsung bersama sejumlah pihak terkait.
“Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi, kami lagi melakukan pembahasan. Pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan badan swasta lainnya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.
Selanjutnya, Bahlil menjelaskan pemerintah berupaya menyusun formulasi harga yang tepat dan bijaksana. Ia menilai kebijakan harus menyesuaikan kondisi global sekaligus mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Selain itu, Bahlil menegaskan pemerintah memahami tekanan yang masyarakat rasakan akibat lonjakan harga minyak dunia. Oleh karena itu, pemerintah berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan energi.
Di sisi lain, harga minyak dunia jenis Brent dan WTI kini menembus angka di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada Januari 2026.
“Sampai dengan sekarang, kami lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Tunggu sampai selesai, saya akan kabari,” ujar Bahlil.
Sementara itu, pemerintah menahan harga BBM nonsubsidi sejak awal April 2026 setelah koordinasi lintas kementerian dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, pemerintah memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu kenaikan harga.
Namun demikian, kebijakan penahanan harga menciptakan selisih antara harga jual dan harga pembelian minyak di tengah lonjakan global.
Kemudian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Pertamina menanggung selisih harga BBM nonsubsidi untuk sementara waktu.
Dengan demikian, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi dan keberlanjutan fiskal di tengah tekanan global.