Menkeu: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Dorong Ekonomi Lebih dari 1 Persen

Menkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lebih dari 1 persen. Selain itu, program tersebut dapat menyerap hingga satu juta tenaga kerja sehingga memberi efek signifikan bagi perekonomian.

Menkeu Purbaya menjelaskan, perhitungan menggunakan Input-Output Table Badan Pusat Statistik menunjukkan hubungan kuat antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Setiap kenaikan ekonomi 1 persen umumnya menciptakan sekitar 450 ribu lapangan kerja. Oleh karena itu, tambahan tenaga kerja dari program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Selanjutnya, ia menyebut angka tersebut masih bersifat teoritis. Perhitungan awal menunjukkan kontribusi program bisa melampaui 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Namun, perpindahan tenaga kerja dari sektor lain ke program ini akan mengurangi dampak bersihnya.

Baca Juga  LPDP Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa AP dan DS

“Kalau enggak salah yang terakhir yang saya tahu, 1 persen (kontribusi) itu 450 ribu lapangan kerja. Berarti kalau satu juta (lapangan kerja), 2 persen lebih sedikit. Kira-kira itu dari MBG saja,” ujar Menkeu Purbaya.

Namun demikian, Purbaya menegaskan perhitungan akhir harus mempertimbangkan dinamika tenaga kerja. Sebagian pekerja akan berpindah dari sektor lain ke program tersebut sehingga mengurangi tambahan bersih terhadap ekonomi.

“Tapi kan nanti ada juga orang yang pindah ke situ. Itu jadi pengurang. Jadi enggak perlu (kontribusi) 2 persen. Tapi ada yang pindah ke situ dari tempat lain. Sebelumnya ke tempat lain, sekarang ke MBG. Tapi dengan begitu kan cukup signifikan. Saya pikir 1 persen lebih akan kelihatan dampaknya kalau dijalankan dengan baik,” tutupnya.

News