Berandaindonesia.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberi teguran kepada para menteri dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor. Teguran ini bertujuan untuk melecut semangat kerja, khususnya untuk mempercepat program padat karya dan penciptaan lapangan kerja.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkappkan hal tersebut usai mengikuti Taklimat Awal Tahun. Menurutnya, presiden menginginkan akselerasi kerja di berbagai bidang strategis.
“Teguran dalam artian melecut semangat, iya. Karena Bapak Presiden memang benar-benar menghendaki kita semua bekerja dengan jauh lebih cepat lagi, terutama di beberapa bidang yang bersifat penciptaan lapangan pekerjaan dan padat karya,” kata Prasetyo di media center kawasan Hambalang, Selasa (6/1).
Lebih lanjut, Prabowo meminta percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program pembatan kapal tangkap ikan juga menjadi prioritas presiden. Kedua program ini dinilai strategis karena bersifat padat karya sekaligus meningkatkan produksi perikanan nasional.
“Beliau memang ingin sesegera mungkin program-program tersebut karena bersifat selain padat karya, juga akan meningkatkan produksi protein kita dari sektor perikanan untuk kita bisa meningkatkan asupan protein bagi seluruh rakyat kita,” ujar Prasetyo.
Dalam retret tersebut, para menteri memaparkan capaian program strategis selama setahun terakhir. Mereka juga menyampaikan evaluasi dan rencana percepatan untuk tahun mendatang. Swasembada pangan menjadi salah satu pencapaian penting yang dibahas.
Prasetyo menyebut pemerintah berhasil menghentikan impor beras pada 2025. Capaian ini menandai keberhasilan program swasembada pangan. Pemerintah menargetkan mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut pada 2026.
Selain itu, agenda retret juga membahas swasembada energi. Pencapaian lifting minyak dan gas melampaui target APBN 2025. Pemerintah akan terus mengupayakan percepatan peningkatan produksi energi nasional.
Program MBG Menjadi Fokus Evaluasi dalam Retret Kabinet
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi fokus evaluasi. Program ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat. Namun, angka tersebut belum mencapai target 82,9 juta orang.
“Kita berharap di tahun 2026 target itu dapat terpenuhi. Tentu saja dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu,” ucap Prasetyo.
Menteri Investasi Paparkan Perkembangan Realisasi Hilirisasi
Kemudian, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memaparkan perkembangan realisasi hilirisasi. Ia menyampaikan kesiapan sejumlah proyek yang akan memasuki tahap peletakan batu pertama pada Januari ini. Total ada sekitar 18 proyek hilirisasi yang telah pemerintah sepakati.
Prasetyo menambahkan retret juga membahas program Sekolah Rakyat. Saat ini program tersebut berjalan di 166 lokasi. Pemerintah merencanakan penambahan sekitar 104 titik baru pada 2026.