Ahmad Ali Ingatkan Kader PSI Membela Jokowi adalah Menghormati jasa dan Melawan Politik Lama

Ahmad Ali

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali. Foto: psi.id

Berandaindonesia.com, Jakarta – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali mendesak seluruh kader PSI membela Joko Widodo dari berbagai serangan politik pasca berakhirnya masa jabatan presiden. Ahmad Ali menegaskan sikap ini bukan pemujaan figur, melainkan komitmen melawan politik lama yang hanya setia pada kekuasaan.

Ketua Harian DPP PSI itu menjelaskan tradisi politik lama kerap memperlakukan pemimpin secara tidak adil setelah kehilangan kekuasaan. Jasa mereka dihapus, kerja dipelintir, dan martabat direndahkan. Hal ini terjadi pada Jokowi saat ini.

Lebih lanjut, ia menyinggung partai politik yang dahulu menikmati hasil kerja Jokowi. Partai tersebut mendapat isi, kekuatan, dan kemenangan elektoral dari kepemimpinan Jokowi. Namun kini tanpa Jokowi, mereka kehilangan substansi.

“Ini bukan soal kacang lupa kulit. Yang kita saksikan hari ini justru kulit tanpa kacang, yang menyerang orang yang dulu memberi isi dan memenangkan mereka,” tegasnya.

Baca Juga  Dukung UMKM, Pemkot Makassar Berikan 80 Gerobak Baru untuk Pisang Epe

Selanjutnya, Ahmad Ali menekankan latar belakang Jokowi yang berbeda dari elite politik lama. Jokowi tidak lahir dari dinasti politik atau trah elite partai. Ia juga tidak tumbuh dari oligarki lama. Keberhasilannya membuktikan politik bisa menang tanpa restu elite lama.

Oleh karena itu, menurut Ahmad Ali, serangan terhadap Jokowi bukan sekadar kritik kebijakan. Serangan ini bertujuan meruntuhkan teladan bahwa orang biasa bisa memimpin negara melalui kerja nyata.

Sementara itu, PSI memilih sikap berbeda dengan merawat ingatan publik atas hasil nyata Jokowi. Partai ini juga melindungi martabat kepemimpinan rakyat biasa.

“Kami membela Jokowi bukan karena kultus individu, tetapi karena kami menolak penghapusan jasa dan perendahan martabat secara tidak adil. Jika figur yang membuktikan bahwa kerja bisa mengalahkan elite dibiarkan diinjak-injak, maka yang dikubur bukan hanya satu nama, tetapi harapan akan politik yang rasional dan bermartabat,” ujarnya.

Baca Juga  BGN: Prabowo Perintahkan Program MBG Tetap Berjalan

Ahmad Ali Tegaskan Kader PSI untuk Menolak Politik Balas Dendam

Kemudian Ahmad Ali mengajak seluruh kader PSI konsisten menjaga garis politik kerja. Ia menolak politik balas dendam yang hidup dari serangan setelah kemenangan. Pada akhirnya, ia menutup pernyataannya dengan penegasan sikap PSI.

“Membela Jokowi adalah membela akal sehat demokrasi. PSI tidak akan menjadi bagian dari politik lama yang hanya berani menyerang setelah menang,” pungkas Ahmad Ali.​​​​​​​​​​​​​​​​

News