Menurutnya, banyak potensi dalam sektor pariwisata bisa naik kelas, khususnya pada tiga segmen utama: marine tourism, wellness tourism, dan gastronomy tourism.
“Makassar dikenal sebagai kota kuliner dari pagi hingga pagi. Namun ironisnya, destinasi gastronomi justru lebih lekat dengan kota lain, yaitu Manado,” ujarnya
Ini tantangan bagi Makassar agar bisa mengemas potensi kuliner dan pariwisatanya menjadi destinasi berkualitas dunia.
Wamenpar Ni Luh menutup sambutan dengan harapan agar Festival F8 terus menghadirkan kreasi baru yang lebih kreatif, inovatif, serta berdampak langsung pada peningkatan pariwisata dan devisa negara.