IPO PAM Jaya, Pramono Dorong Maksimal Dijual 30 Persen

IPO PAM Jaya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan sambutan saat groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Jakarta, Rabu (8/1/2025). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendorong PAM Jaya melakukan penawaran saham perdana atau IPO. Pramono meyakini langkah ini akan menyehatkan perusahaan air minum milik pemerintah provinsi tersebut.

Pramono menegaskan komitmennya terhadap rencana IPO saat di temui di Pejompongan. Dia membatasi porsi saham yang di jual maksimal 30 persen.

“Saya berpikir kalau PAM Jaya ke depannya lebih dikontrol publik atau sudah bisa IPO, dan maksimum IPO-nya adalah 30 persen, saya yakin ini akan membuat perusahaan semakin sehat,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (8/1).

Gubernur yang akrab di sapa Pram itu menilai kinerja PAM Jaya buruk ketika pihak swasta mengelolanya. Capaian perusahaan tidak pernah memenuhi target. Bahkan, masyarakat sering mengajukan komplain terkait layanan air bersih.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Bertemu Pramono Anung, Bahas Investasi Pangan dan BUMD

Namun, situasi mulai berubah sejak 2023. Pramono mengaku sering menerima laporan positif tentang PAM Jaya. Persoalan air bersih di Jakarta Utara dan Jakarta Timur mulai tertangani dengan baik.

Pramono juga menargetkan capaian layanan air bersih mencapai 90 persen pada 2026. Selanjutnya, dia optimistis target 100 persen bisa tercapai pada 2029. Target tersebut juga menyasar kualitas air yang memadai untuk warga Jakarta.

“Mudah-mudahan, di tahun ini (target capaian air bersih), betul-betul seperti yang bisa 90 persen. Kalau bisa 90 persen di tahun 2026, saya yakin di tahun 2029, mudah-mudahan bisa 100 persen, dengan kualitas air yang cukup baik,” tutur Pramono.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin juga sebelumnya memastikan IPO tidak akan menaikkan tarif air. Pemerintah tetap akan mengendalikan penetapan tarif, bukan pemegang saham. Kementerian Dalam Negeri dan Pemprov DKI Jakarta harus menyetujui setiap perubahan tarif sesuai undang-undang.

Baca Juga  Tarif Transjakarta Diusulkan Naik oleh Netizen, Ini Kata Pramono

Menurut Pramono, IPO justru akan mendorong PAM Jaya menjaga performa bisnis. Perusahaan harus tampil sehat dan efisien agar menarik minat investor.

News