Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar, Pemprov DKI Targetkan Rampung September 2026

Tiang Monorel

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan keterangan pers terkait pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Berandaindonesia.com, JakartaPemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said pada Rabu pagi. Gubernur Pramono Anung menargetkan pembongkaran 109 tiang rampuung September 2026 dengan anggaran Rp254 juta, di lanjutkan penataan kawasan senilai Rp109 miliar untuk mengurangi kemacetan.

Pramono memprioritaskan pembongkaran di kawasan Rasuna Said terlebih dahulu. Dia optimis proyek ini selesai tepat waktu.

“Sekarang ini, kita prioritaskan yang ada di tempat ini (Rasuna Said). Mudah-mudahan, September selesai,” kata Pramono saat di temui di Jakarta Selatan, Rabu.

Setelahnya, Pemprov DKI akan membongkar tiang serupa di kawasan Senayan. Namun, pembongkaran di Senayan tidak di lakukan secara total.

Pramono menjelaskan beberapa tiang di Senayan akan di pertahankan. Tiang-tiang tersebut akan di fungsikan untuk keperluan komersial.

Baca Juga  Di Bawah Pramono Anung, Jakarta Kini Jadi Kota Inklusif

“Di Senayan, memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya untuk reklame. Jadi, harus di manfaatkan,” terang Pramono.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran pada Rabu pagi pukul 09.15 WIB. Proyek ini menyasar seluruh tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.

Pramono meyakini, proyek pembongkaran tiang monorel ini akan mengubah wajah Jalan Rasuna Said. Dia berharap penataan dapat mengatasi masalah kemacetan kronis di kawasan itu.

“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan di tata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” tutur Pramono.

Baca Juga  NasDem Tegaskan Dukungan ke Prabowo-Gibran Hingga 2029

Pemprov DKI menjadwalkan pembongkaran pada malam hari. Strategi ini bertujuan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas lalu lintas. Selama proses pembongkaran, tidak ada penutupan jalan.

Pramono Minta agar Pembongkaran Tiang Monorel Tak Sebabkan Macet

Pramono juga menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas dengan ketat. Koordinasi antar dinas menjadi kunci kelancaran proyek.

“Mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” ungkap Pramono.

Proyek pembongkaran ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang terhadap kemacetan. Selain itu, penataan kawasan akan meningkatkan estetika dan kenyamanan publik.

News