Ahok Sebut BUMN Seperti Titipan Politik saat Jadi Saksi Dipersidangan

Ahok

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat bersaksi pada perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/1). Foto: KOMPAS.com

Berandaindonesia.com, JakartaBasuki Tjahaaja Purnama alias Ahok mengungkapkan fakta mengejutkan di pengadilan. Mantan Komisaris Utama Pertamina itu menyebut BUMN seperti titipan politik. Pernyataan tersebut muncul saat ia menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

Hakim Anggota Adek Nurhadi mengajukan pertanyaan kepada Mantan Komisaris Utama Pertamina itu. Ia menanyakan pengalaman Ahok saat menjabat Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024.

“Terakhir ya. Selama saksi menjabat jadi Komut, apakah saksi mengetahui ataupun sebelumnya, adanya campur tangan selain internal ataupun dari pemerintah terkait dengan perjalanan perusahaan di Pertamina?” tanya Adek Selasa (27/1/2026).

Ahok kemudian memberikan jawaban terus terang terkait pertanyaan tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku mendapat posisi tersebut karena kedekatan dengan Presiden.

Baca Juga  Aswar Hasan Eks KPI Pusat Wafat di Makassar

“Kalau mau ngomong jujur Pak ya… BUMN ini seperti titipan politik. Saya suka bicara, kalau saya bukan teman Presiden, tidak mungkin ditaruh saya di Komut,” sambungnya.

Namun, Adek langsung memotong pernyataan Ahok. Hakim menilai jawaban tersebut keluar dari konteks pertanyaannya tentang campur tangan pihak luar.

“Tunggu, tunggu dulu. Pertanyaan saya, di luar pemerintah dan internal. Kalau internal berarti Komut, Direksi. Pemerintah. Di luar itu. Ada tidak? Apakah dari pihak swasta atau di mana?” tanya Adek.

Menanggapi hal tersebut, Ahok mengaku kurang mengenal pelaku bisnis migas. Ia lebih akrab dengan pengusaha tambang dan perdagangan.

“Orang tambang, Pak. Orang dagang. Makanya saya sebetulnya tidak gitu familier dengan pelaku-pelaku migas, Pak,” ucapnya.

Baca Juga  CORE: Oplosan SPHP ganggu program pemerintah atasi kemiskinan

Oleh karna itu, Ahok tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut. Setelah persidangan selesai, wartawan kembali menanyakan pernyataan kontroversinya saat persidangan berlangsung. Ahok justru meminta wartawan melihat calon-calon pejabat yang ada di BUMN.

“Ya kamu lihat saja calon-calonnya (Menteri BUMN) kalau gitu,” tegas Mantan Komisaris Utama Pertamina itu.

News