Berandaindonesia.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan meyakini proses negosiasi tarif respirokal dengan Amerika Serikat akan berjalan lancar. Optimisme ini muncul karena kedekatan Presiden Prabowo dengan Presiden AS Trump.
Luhut menilai hubungan kedua pemimpin negara sudah sangat solid. Dia bahkan mendapat informasi langsung dari lingkaran dekat Trump soal sikap pemimpin AS tersebut.
“Saya lihat hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Trump itu sudah sangat dekat. Dan saya dengar dari orang-orang di sekitarnya juga mengatakan dia (Trump) menghormati Presiden Prabowo,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat.
Mantan Menko Marves ini mengakui beberapa kendala kecil masih mewarnai proses negosiasi. Namun demikian, pemerintah Indonesia masih bisa mengendalikan situasi tersebut. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin tim perunding Indonesia dalam negosiasi penting ini.
“Saya kira Pak Airlangga sudah bekerja keras dengan tim. Saya pikir (negosiasi) mereka nanti biarlah tetap di White House. Kita doakan saja,” kata Luhut.
Sementara itu, Presiden Prabowo siap menandatangani kesepakatan final setelah proses penyusunan draf rampung. Penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff akan berlangsung bersamaan dengan kunjungan Prabowo ke AS untuk menghadiri KTT Board of Peace.
Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk Amerika. Selain itu, pemerintah akan mengatasi hambatan non-tarif dan memperkuat kerja sama perdagangan digital, teknologi, serta keamanan nasional.
Sebagai imbal balik, AS akan memberikan pengecualian tarif untuk produk unggulan Indonesia. Komoditas seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh masuk dalam daftar pengecualian karena AS tidak memproduksinya. Indonesia saat ini masih dikenakan tarif resiprokal sebesar 19 persen.