Berandaindonesia.com, Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana untuk membahas kondisi energi nasional menyusul memanasnya konflik Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz.
Bahlil menegaskan pertemuan itu fokus pada situasi geopolitik terkini. Ia menyoroti potensi dampak terhadap distribusi energi global dan kepentingan nasional.
“Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran,” ujar Bahlil sebelum rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Selain itu, Ketua Umum Golkar itu menjelaskan pemerintah mengantisipasi gangguan pasokan minyak dunia. Indonesia masih mengimpor energi, terutama menjelang Lebaran saat konsumsi BBM meningkat signifikan.
Ia juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia, termasuk Brent. Menurutnya, tren kenaikan mulai terlihat setelah ketegangan Timur Tengah meningkat.
“Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” katanya.
Namun demikian, Bahlil memastikan subsidi energi nasional masih dalam kondisi aman. Ia tetap mewaspadai potensi koreksi harga global jika ketegangan politik terus berlanjut.
Karena itu, Bahlil segera menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional untuk merumuskan langkah antisipasi. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga.
“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN,” imbuh Bahlil.
Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer itu bertujuan melindungi rakyatnya dari ancaman pengembangan senjata nuklir Iran. Ketegangan itu menambah tekanan pada pasar energi global.