Tanpa Surat Dukungan IKAFE, Andi Amran Sulaiman Terpilih Kembali

Andi Amran Sulaiman

Delegasi IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Hasanuddin pada Mubes PP IKA di Makassar, 1-3 Mei 2026. (Dok: Foto: IKAFE Unhas)

Berandaindonesia.com, Makassar–Andi Amran Sulaiman kembali terpilih sebagai ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode kedua melalui Musyawarah Besar (Mubes) di Makassar, Sabtu (2/5/2026).

Amran terpilih secara aklamasi setelah panitia dan SC (Steering Commitee) hanya menerima satu pendaftar calon ketua umum periode 2026-2030, yaitu Andi Amran Sulaiman.

Keterpilihan secara aklamasi menteri pertanian ini ini sempat memantik kontroversi. Salah satu pemilik suara, yakni IKA FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) atau IKAFE memilih meninggalkan forum mubes (Walk-out atau WO).

IKAFE tidak setuju dan memprotes jalannya sidang yang tidak sesuai tata-tertib dan sikap diskriminatif panitia terhadap delegasi dari IKAFE. Menindak-lanjuti protes ini yang tidak direspon panitia dan SC ini, IKAFE yang dipimpin Hendra Noor Saleh memutuskan meninggalkan ruangan. Sebanyak 27 peserta penuh dan tiga peserta peninjai dari IKAFE berbaris meninggalkan sidang pleno pertama.

Sebelum forum Mubes dibuka pada Sabtu pagi, hanya IKAFE yang belum memberikan dukungan tertulis untuk pencalonan Amran Sulaiman. Pemilik suara dari IKA Fakultas, Jurusan, Wilayah, Daerah, serta Luar Negeri, telah memberikan dukungan tertulis untuk pencalonan Amran Sulaiman kepada panitia Mubes.

Selain IKAFE, IKA Unhas Wilayah Sulsel juga tidak memberikan dukungan tertulis untuk pencalonan Amran Sulaiman. Namun pihak IKA Wilayah Sulsel menegaskan bahwa ketua IKA Sulsel Moh. Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) akan membacarakan sendiri dukungannya untuk pencalonan Amran Sulaiman saat forum mubes berlangsung.

“Saya sampaikan kepada yang menyanyakan ini (dukungan IKA Sulsel untuk Amran Sulaiman), bahwa Pak Ketua (Danny Pomanto) akan menyampaikan langsung dukungan itu di hadapan ketum (Amran Sulaiman) di dalam forum mubes,” kata Sekretaris IKA Wilayah Sulsel Hidayah Muhallim kepada wartawan sehari sebelum Mubes berlangsung.

Hanya saja, saat sidang Mubes berlangsung hingga Amran Sulaiman terpilih secara aklamasi, pantia dan OC tidak menyiapkan sesi untuk penyerahan dan pembacaan dukungan kepala calon ketua.

Sementara itu, H. Mulawarman, alumni dan senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas menyakini bahwa Mubes kali ini hanya formalitas belaka.

Baca Juga  Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Nasdem di Sulsel

“Mubes ini tidak ada demokrasinya. Mana bisa orang berdebat dan adu gagasan kalau jadwal dibuat padat dan sangat singkat,” ujar H. Mulawarman.

Yang paling krusial menurut H. Mulawarman adalah penunjukan pimpinan sidang tanpa meminta persetujuan atau pertimbangan dari peserta Mubes. H. Mulawarman berdalih bahwa pimpinan sidang mestinya juga dari generasi baru, supaya ada regenerasi dan harmonisasi antar generasi.

“Sembilan pimpinan sidang tersebut langsung diumumkan. Padahal ada juga usulan dari delegasi lain. Usulan nama dicatat namun tidak mempengaruhi sembilan nama itu tadi. Tidak bisa mengusul atau apa, tidak direspon, langsung ketuk palu,” beber H. Mulawarman.

H. Mulawarman menegaskan bahwa Aksi WO delegasi IKAFE ini adalah pembelajaran demokrasi. Mantan wartawan sennior ini berpesar agar jangan mengorbankan demokrasi forum hanya karena tujuan pragamatis.

Mengantisipasi aksi WO delegasi IKAFE, panitia turun tangan memastikan bahwa orang-orang yang ada dalam ruangan adalah berstatus peserta penuh dan peninjau.

Ketua IKAFE Hendra Noor Saleh

Menanggapi aksi walk-out itu, Ketua Umum Ikafe Unhas Dr. Hendra Noor Saleh menanggapi santai. Ia menganggap aksi WO itu bukan beban bagi IKAFE karena menyuarakan keluhan mayoritas peserta yang aspirasinya tidak direspon pimpinan sidang.

“Anda lihat sendiri, tidak ada usulan peserta munas yang didengarkan. Seakan Mubes ini jadi musyawarah kejar target dan anti demokrasi. Sehingga teman-teman merasa tidak ada gunanya bertahan, sekaligus bentuk pertanggungjawaban moril dan intelektual, kami sepakat walk-out,” ujar Hendra.

Aksi WO IKAFE ini mendapat dukungan luas dari. Menurut Hendra, mayorita peserta yang memberi dukungan moril kepada delegasi IKAFE yang berani mengambil sikap.

Aksi WO ini pun mengundang perhatian banyak pihak dalam forum. Panitia, steering committe, dan beberapa tokoh Unhas seperti Ilham Arief Sirajuddin, Rahman Pina, Irfan, Salahuddin Alam, Prof Arsunan Arsin, Ni’matullah, Salman AT mencoba mendinginkan suasana.

Karena dituding ada kesalahan desain arena Mubes yang membuat komunikasi jadi simpang-siur, panitia dan SC melakukan perbaikan. SC juga menawarkan kepada delegasi IKAFE untuk mengganti pimpinan sidang yang berasal dari delegasi IKA Pertanian.

Baca Juga  Unhas Gelar Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026, Perkuat Komitmen Pencapaian Target Institusi

Setelah semua masukan diterima, delegasi Ikafe melakukan pertemuan tertutup.

“Demi persatuan Unhas dan kepentingan yg lebih luas, dengan besar hati kembali ke arena Mubes,” sebut Hendra di tengah arena Mubes, yang disambut tepuk tangan gempita dari hadirin.

IKAFE menolak opsi mengganti pimpinan sidang dengan utusan Ikafe.

“Silakan dilanjut dengan pimpinan yang sekarang. Karena Ikafe tidak berburu jabatan. Kami hanya berharap Mubes berjalan sehat dan demokratis,” lanjut Ketua Umum Ikafe Unhas.

Skuad IKAFE Unhas

Kepengurusan Ikafe Unhas, secara tradisi kerap menampilkan wajahnya berbeda. Selama ini tampuk pimpinan selalu dipercayakan kepada tokoh alumni yang berasal dari dunia swasta yang menetap di Jakarta.

Salah satunya adalah Asmawi Syam, Dirut BRI pada zamannya, menakhodai Ikafe pada tahun 90-an. Disusul Iqbal Latanro era 2010-an.

Dan terakhir DR. Hendra Noor Saleh, SE., M.Si., DBA, CEO dan direktur berbagai perusahaan swasta. Ia terpilih pada tahun 2022 di JS Luwansa, Jakarta.

Berbagai latar belakang aktivis kampus mewarnai IKAFE. Ada yang berlatar HMI, ketua dan pengurus senat mahasiswa, ketua Maperwa (dulu BPM) lintas generasi, aktivis yang menjadi singa podium dan laskar tangguh konferensi.

Beberapa dari mereka sudah kenyang asam garam berorganisasi dan politik. Sebut saja di antaranya Ni’matullah, Muh. Suaib Mappasila, Afandi Mansyur, Rio Fatrah, Andi M. Sadat, M. Lutfi Hanafi, Eka Sastra, Amril Arifin, Irdham Ferdiansah, Ikhsan Nur, Suryanata, Laode Musafin, M. Idris Amin, Rahmat Noer dan seterusnya.

“Interupsi” WO IKAFE Unhas di atas, kata Hendra, semoga menyadarkan alumni-alumni tentang apa makna ber-IKA Unhas itu.

“Ber-IKA Unhas itu bukan bertujuan kultus individu. Kita mendukung ketua terpilih agar membawa organisasi menjadi lebih bermanfaat untuk alumni dan kampus Unhas tercinta,” pungkas Hendra.

News