Dasco Klaim Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Usai Rapat dengan Kementerian ESDM

Dasco

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa (23/6). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengklaim pemadaman listrik di berbagai wilayah tidak akan terulang mulai pekan ini. Dasco menyampaikan hal itu setelah rapat bersama Kementerian ESDM, PLN, BIN, dan Kejaksaan pada Senin (22/6). Ia juga mengajak buruh menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Dasco menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta Pusat, Selasa (23/6). Menurutnya, rapat lintas lembaga menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan kelistrikan yang sempat muncul di sejumlah daerah.

“Kita urai satu per satu sehingga insyaallah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sepakat Tak Revisi UU Pilkada 2026

Selain membahas kelistrikan, Dasco menyoroti dampak perkembangan global terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menilai konflik antara Amerika Serikat dan Iran ikut memengaruhi situasi ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, pemerintah terus menjaga stabilitas agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Menurut Dasco, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga berupaya mempertahankan kepercayaan investor. Dengan demikian, pemerintah berharap tekanan global tidak memicu gelombang pemutusan hubungan kerja di dalam negeri.

“Di negara kita ini perang baru dimulai. Perang terhadap PHK yang karena efek dari perang global kemudian merambah ke negara kita. Perang bagaimana kita kemudian sama-sama menjaga supaya kepercayaan investor luar tetap terjaga,” tuturnya.

Baca Juga  Sulawesi Tengah Jadi Poros Baru PSI di Indonesia Timur

Namun, Dasco menilai sejumlah pihak memanfaatkan situasi tersebut untuk membangun narasi negatif mengenai kondisi Indonesia. Padahal, menurutnya, data ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang kuat dan terkendali.

“Tapi kemudian digoreng seolah-olah bahwa kita ini adalah negara yang sedang mengalami saat-saat keruntuhan, padahal tidak demikian,” tuturnya.

News