Berandaindonesia.com, Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menerjunkan tim evaluasi untuk mengecek Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini menyusul banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera minggu lalu. Pemerintah siap mencabut IUP perusahaan tambang yang terbukti melanggar.
Bahlil menegaskan komitmen tegas pemerintah dan Kementerian ESDM dalam mengawasi operasi tambang. Dia memberikan pernyataan ini usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan. Dia menjamin sanksi keras bagi perusahaan yang melanggar ketentuan.
“Saya pastikan kalau ada tambang atau IUP yang bekerja tidak sesuai dengan kaidah, aturan yang berlaku, kita akan sanksi tegas,” kata Bahlil menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana, Kamis sore.
Sementara itu, tim evaluasi Kementerian ESDM masih melakukan pengecekan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Bahlil menjelaskan proses evalasi berlangsung untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Namun, dia memastikan banjir bandang di Sumatera Barat tidak kaitannya dengan aktivitas pertambangan.
“Kalau di Sumatera Barat itu tidak ada. Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan, kalau di Sumut (Sumatera Utara), tim evaluasi kami lagi melakukan evaluasi. Jadi, nanti setelah tim evaluasi, baru saya akan cek dampak dari tambang ini ada atau tidak,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan tidak beroperasi pascabencana. Perusahaan tambang ini fokus membantu evakuasi korban bencana. Alat berat perusahaan dikerahkan untuk membantu warga terdampak.
“Kemarin sih enggak berlanjut, karena kemarin saya minta bantu untuk mereka fokus bantu, alat-alat mereka bantu saudara-saudara kita yang kena bencana,” kata Bahlil.
Bahlil sendiri turun langsung mengecek lokasi tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan. Dia meninjau kondisi geografis dan aliran sungai sekitar area tambang. Hasil pengecekan menunjukkan tiga sungai besar mengalir di kawasan tersebut.
Menteri ESDM akan Melakukan Pengecekan Lapangan sebelum Ambil Keputusan
Berdasarkan pengamatan Bahlil, sungai yang terkena banjir berukuran sedang berada ditengah. Adapun sungai di area Martabe merupakan yang paling kecil dari ketiga sungai tersebut. Tim evaluasi masih melakukan pengecekan menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan.
“Saya kemarin juga mengecek lokasi itu, di Martabe ini tambang emas. Kalinya, sungainya itu kan ada tiga. Ada tiga kali (berukuran) gede, dan kali yang kena banjir ini kali yang (berukuran) sedang, yang tengah. Kali yang di Martabe ini yang paling kecil. Tim tambang tetap melakukan evaluasi sampai sekarang. Kemarin saya juga cek, tetapi tim kami lagi mengecek, sampai selesai baru kami memutuskan,” ujar Bahlil Lahadalia.