Dies Natalis FK, Rektor Unhas Resmikan Unhas Medical Museum

Unhas Medical Museum

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa meresmikan Museum Fakultas Kedokteran Unhas atau Unhas Medical Museum, di Kampus Tamlanrea, Minggu, 25 Juni 2026. (dok. Foto: Humas Unhas)

Berandaindonesia.com, Makassar–Pada puncak Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran (FK) Unhas di Kampus Unhas Tamalanrea, Minggu (25/1/2025), FK Unhas meresmikan Museum Fakultas Kedokteran Unhas atau Unhas Medical Museum. Ribuan alumni fakultas kedokteran dari berbagai daerang datang meramaikan puncak dies natalis ini.

Peresmian Museum FK Unhas ini adalah momentum penting pada dies natalis kali ini. Ruangan yang terletak di Lantai 2 Fakultas Kedokteran ini menyajikan berbagai benda, kisah, dan dokumen penting yang menyimpan sejarah kelahiran dan perkembangan Fakultas Kedokteran Unhas. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc hadir pada puncak dies natalis ini.

FK Unhas secara resmi berdiri pada 28 Januari 1956. Langkah penting peresmian fakultas ini melalui proses panjang, dengan keinginan masyarakat Makassar untuk memiliki Fakultas Kedokteran merupakan fase awal. Tiga tahun sebelumnya, memang sudah adalah kesepakatan “Gentlement Agreement” antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) dan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading.

Yayasan ini merupakan pengelola Universitas Sawerigading, yang tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di Sulawesi Selatan, bahkan di Indonesia Timur waktu itu. Pada tahun 22 Oktober 1953, Pemerintah membentuk Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran Makassar. Yang menjadi ketua panitia adalah Syamsuddin Daeng Ngawing, dengan sekretaris Muhammad Rasyid Daeng Sirua. Tokoh-tokoh yang duduk sebagai anggota panitia ini antara lain J. E. Tatengkeng, Andi Patiwiri, dan Sampara Daeng Lili.

Baca Juga  Atasi Kebocoran, Walikota Munafri Setuju Pembayaran Parkir Pakai QRIS

Dalam proses persiapan ini, Gubernur Sulawesi, Andi Pangerang Pettarani dan Walikota Besar Makassar, Ahmad Dara Syahruddin mengambil kebijakan strategis. Mereka menanggulangi kebutuhan-kebutuhan teknis pendirian fakultas ini. Salah satu yang utama adalah menyiapkan dana sebesar Rp 1,5 juta dan membebaskan lahan rawa seluas 50 hektar di Baraya. Seorang arsitek Belanda Ir. J. Th. Dhroof merancang khusus bangunan baru fakultas Kedokteran Unhas.

Selama 70 tahun perkembangannya, FK Unhas telah melewati banyak tonggak sejarah (milestone) di Unhas Medical Museum. Misalnya, perpindahan dari kampus dari Baraya ke Tamalanrea, adopsi kebijakan dalam sistem pendidikan kedokteran dan pendidikan spesialis. Tonggak lainnya adalah langkah awal menuju kemandirian dan internasionalisasi, serta pendirian Rumah Sakit Pendidikan Unhas.

Unhas Medical Museum
Museum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

Rektor Unhas: FK Lebih Dahulu daripada Unhas

Seluruh catatan sejarah ini dapat disimak lengkap di Unhas Medical Museum ini. Fasilitas ini merupakan yang pertama di Universitas Hasanuddin. Dalam acara peresmian museum, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa mengungkapkan apresiaisi yang tinggi atas perhatian dari pimpinan FK Unhas terhadap sejarah fakultas.

Baca Juga  Ketua PSI Sulsel Muhammad Surya Dampingi Kaesang di Formatur

“Untuk memahami Unhas hari ini, kita tidak dapat melepaskan sejarah perjalanannya. Uniknya, sejarah Unhas itu berasal dari sejarah fakultas-fakultasnya. Fakultas Kedokteran, misalnya, menyimpan banyak catatan berharga tentang sejarah Unhas, karena fakultas ini sudah lebih dahulu ada sebelum Unhas secara resmi berdiri,” kata Prof. JJ.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Haerani Rasyid menjelaskan bahwa inisiatif untuk membangun museum kedokteran di Unhas sudah lama, namun baru dapat diwujudkan sekarang. Prof Haerai terinspirasi dari kampus-kampus besar di dunia.

“Biasanya, koleksi museum fakultas kedokteran itu ada yang menampilkan sejarah fakultasnya, ada juga yang menayangkan koleksi anatomi, atau sejarah kedokteran secara umum. Di Unhas, kami coba menggabungkan koleksinya, sehingga dapat menjadi sumber edukasi,” kata Prof. Haerani.

Usai penandatanganan prasasti peresmian oleh Rektor Unhas, selanjutnya dilakukan kunjungan terhadap koleksi Unhas Medical Museum oleh jajaran pimpinan Unhas, Majelis Wali Amanat, dan Senat Akademik.[]

News