Berandaindonesia.com, Jakarta–Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin di Kampus Jakarta berakhir dengan kemenangan Rektor Petahana, Prof Jamaluddin Jompa, Rabu (14/1/2026). Prof Jamaluddin terpilih kembali untuk periode 2026-2030, mengalahkan dua pesaingnya, Prof. dr Budu, PhD dan Prof. Dr. Sukardi Weda, MA.
Jumlah suara yang diperbutkan adalah 24 suara anggota Majelis Wali Amanah (MWA). Prof. Jamaluddin memperoleh 23 suara (95,83 persen) , Prof. Budu 1 suara (4,17 persen), dan Prof Sukardi 0 suara (nol persen).
Dalam penjaringan calon rektor di tingkat Senat Akademik (SA) Unhas beberapa waktu lalu, Prof Jamaluddin memperoleh 74 dari 94 (yang hadir 93) anggota senat. Prof Budu memperoleh 18 suara dan Prof Sukardi 1 suara. Sementara tiga pendaftar lainnya gagal mendapatkan dukungan untuk menjadi calon, yaitu Prof. Dr. Iqbal Djawad, Marhaen Hardjo, dan Zulfajri Basri Hasanuddin.
Prosesi pemilihan rektor di tingkat MWA terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah penyampaian visi dan misi ketiga kandidat. Rapat tahap ini bersifat terbuka. Tahap kedua atau terakhir adalah pemilihan langsung ketiga calon rektor, yang berlangsung secara tertutup. Sebanyak 24 suara dari masing-masing anggota MWA memberikan suaranya pada kotak suara yang disediakan panitia.
Anggota Majelis Wali Amanat
MWA Unhas dipimpin sebagai ketua oleh Prof. Dr. H. Alimuddin Unde, MSi. Anggota MWA lainya adalah Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Gubernur Sulawesi Selatan, Rektor Unhas, ketua senat Akademik Unhas, Ketua PP IKA Unhas, Tony Wenas, Bahlil Lahadalia, Arsyad Rasyid, Prof. Dwia Aries Tina, dan seterusnya.
Ini adalah pemilihan rektor Unhas yang kedua, dimana Prof Budu dan Prof Jamaluddin bersaing. Pemilihan rektor untuk periode 2022-2026, Prof Jamaluddin berhasil mengalahkan Prof Budu. Padahal pada pejaringan calon rektor di tingkat Senat Akademik sebelum pemilihan di tingkat MWA, Prof Budu mengalahkan Prof Jamaluddin.