Berandaindonesia.com, Denpasar – Ketua Harian PSI Ahmad Ali meminta kader PSI Bali bekerja secara sunyi dan konsisten menghormati adat setempat. Ia menegaskan kehadiran PSI bukan hanya untuk mengubah Bali, melainkan memperkuat budaya lokal menuju Pemilu 2029.
Yel-yel “Sing menang sing jerih!” menggema memenuhi ruang Rakorwil PSI Provinsi Bali, Jumat (24/1). Yel-yel khas Bali itu menjadi penanda semangat kader PSI Bali menjelang Rakernas PSI.
Ada yang berbeda pada arahan Ahmad Ali kali ini. Ia membuka sambutan dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Ucapan itu di sertai doa dan penghormatan atas jasa para pemimpin bangsa.
“Kita tidak boleh lupa jasa orang-orang yang pernah memimpin negeri ini. Hormat kepada mereka adalah bagian dari etika berbangsa,” ujar Ahmad Ali di Denpasar.
Ahmad Ali secara terbuka mengakui Bali merupakan salah satu provinsi paling menantang secara politik. Ia merasakan tantangan itu sejak masih di NasDem dulu.
“Bali adalah provinsi paling sulit untuk dimenangkan. Saya merasakan itu sejak masih di NasDem. Tapi sulit bukan berarti mustahil. Target kita realistis dan terhormat: PSI harus mendapatkan minimal satu kursi pada Pemilu 2029,” tegasnya.
Menurutnya, kemenangan tidak bisa diraih dengan pendekatan instan atau sekadar kerja elektoral menjelang pemilu. PSI harus di terima terlebih dahulu sebagai bagian dari masyarakat Bali.
Lebih jauh, Ahmad Ali menegaskan PSI tidak memiliki agenda untuk menyeragamkan Bali dengan daerah lain. Kehadiran PSI justru harus menguatkan identitas lokal masyarakat Bali.
“PSI tidak pernah ingin mengubah Bali seperti provinsi-provinsi lain. Kehadiran PSI justru harus memperkuat budaya, adat, dan kearifan lokal Bali,” katanya.
Ahmad Ali: Kader PSI Harus Selalu Hormati Budaya dan Alam Bali
Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak bersikap sok tahu terhadap adat dan tradisi setempat. Para kader harus menjadikan pemangku sebagai guru dan menghormati orang tua serta alam Bali.
“Kalau lelah bekerja, silakan. Tapi jangan pernah merasa paling tahu adat Bali. Jadikan para pemangku sebagai guru, hormati orang tua, adat istiadat, dan alam Bali. Itu kunci diterimanya PSI di sini,” lanjutnya.