Jusuf Kalla Nilai Dukungan ke Board of Peace Bergantung pada Pengakuan Palestina

Jusuf Kalla

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaWakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai dukungan terhadap Board of Peace harus bergantung pada kemampuan lembaga itu menciptakan perdamaian nyata, termasuk melalui pengakuan negara Palestina.

Jusuf Kalla menyampaikan pandangan tersebut melalui keterangan tertulis pada Minggu. Ia menilai dunia perlu melihat langkah konkret lembaga tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

“Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BOP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung,” kata Jusuf Kalla, Minggu (8/3).

JK menjelaskan sejumlah negara Islam pada prinsipnya ingin mendukung upaya perdamaian di kawasan tersebut. Namun dinamika politik global sering menghambat langkah tersebut.

Baca Juga  Hasan Nasbi Kritik Saiful Mujani Soal Ajakan Jatuhkan Prabowo, Singgung Lewati Batas Demokrasi

Ia menyoroti peran Amerika Serikat dalam percaturan politik internasional. Hak veto negara tersebut kerap mempengaruhi berbagai keputusan penting.

Karena itu, JK mengingatkan negara-negara tidak sekadar memberi dukungan simbolis terhadap kebijakan internasional. Dukungan harus berorientasi pada penyelesaian konflik.

“Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut saja. Kita lihat buktinya seperti ini, bicara kedamaian yang tidak diperangi,” ujarnya.

JK juga menilai pengakuan terhadap Palestina menjadi ujian penting dalam mewujudkan perdamaian kawasan. Langkah tersebut menurutnya harus menjadi bagian dari solusi dua negara.

“Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa,” katanya.

Isu keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace kembali mendapat sorotan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut memicu kritik karena Amerika juga menjadi penggagas lembaga tersebut.

Baca Juga  78 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel berlangsung pada 28 Februari. Operasi militer itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut sehari setelah serangan terjadi.

News