Berandaindonesia.com, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong evaluasi pilkada untuk menghadirkan pemimpin berkualitas. PSI menilai pemangkasan syarat pencalonan kepala daerah menjadi kunci untuk memutus praktik politik uang.
Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menjelaskan, tingginya syarat pencalonan kepala daerah menjadi sumber utama politik uang. Ketentuan minimal dukungan partai politik atau perseorangan memicu praktik politik transaksional sejak tahap awal.
Di sisi lain, Kondisi ini kemudian melahirkan jual beli kursi atau “tiket” pencalonan. Kandidat harus mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi syarat yang di tetapkan. Semakin berat syarat, semakin tinggi pula yang kandidat keluarkan.
Andy menjelaskan dampak buruk dari praktik tersebut. Biaya besar di awal pencalonan berpotensi memicu korupsi saat kandidat terpilih.
“Akibatnya, terjadi praktik jual beli kursi atau jual beli tiket dari kandidat untuk bisa memenangkan kontestasi dan semakin tinggi syaratnya. Artinya biaya yang akan dikeluarkan oleh kandidat akan semakin besar dan itu akan semakin membuka potensi peluang untuk terjadinya korupsi ketika mereka terpilih dan menjabat,” kata Andy.
PSI melihat pemangkasan syarat pencalonan sebagai solusi memutus rantai politik uang. Akses pencalonan yang lebih luas dapat menekan peluang praktik kotor sejak awal.
“Jadi, kalau misalnya, kita ingin memutus mata rantai itu, salah satunya adalah dengan mengurangi syarat-syarat pencalonan. Dibuka seluas mungkin sehingga kandidatnya akan semakin beragam,” ujarnya.
Andy merinci tiga keuntungan dari pelonggaran syarat pencalonan. Pertama, masyarakat akan mendapat pilihan kandidat lebih banyak. Kompetisi yang ketat berpotensi menghadirkan pemimpin berkualitas.
“Pertama, pilihan masyarakatnya akan semakin banyak, kompetisinya semakin banyak, maka Insya Allah kualitas kompetisinya semakin baik dan yang akan terpilih akan baik pula,” katanya.
PSI Tekankan Agar Calon Tidak Perlu Keluarkan Mahar untuk Parpol
Keuntungan kedua adalah menekan biaya politik. Kandidat tidak perlu lagi mengeluarkan dana besar untuk mahar politik kepada partai. Langkah ini dapat memangkas beban finansial dalam pemilu dan kampanye.
Selanjutnya, partai politik akan berlomba menawarkan kader terbaik. Mereka sadar tanpa kualitas kandidat yang mumpuni, peluang menang akan mengecil.
“Ketiga, partai-partai akan semakin berusaha keras menawarkan kader terbaik mereka. Karena mereka yakin kalau misalnya tanpa itu mereka tidak akan terpilih kandidat mereka,” tuturnya.