Mahfud MD Desak Prabowo Ungkap Pihak yang Bayar Demonstran, Soroti Pengakuan Mahasiswa UBK

Mahfud MD

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Mahfud MD memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (6/5). Foto: ANTARA

Berandaidonesia.com, Jakarta – Eks Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta Presiden Prabowo Subianto mengungkap pihak yang membayar demonstran apabila pemerintah memang mengetahui praktik tersebut. Mahfud juga menyoroti pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang terkait aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Mahfud menyampaikan pernyataan itu saat wartawan menemuinya di UC UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6). Menurut dia, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terbuka agar publik mengetahui pihak yang terlibat dalam dugaan pendanaan aksi.

“Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar.” kata Mahfud di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).

Selain itu, Mahfud menilai pihak yang menuding adanya demonstrasi berbayar harus menunjukkan bukti dan menyebut pihak terkait secara jelas. Karena itu, ia meminta semua pihak menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik.

“Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu.” kata Mahfud.

Baca Juga  NasDem Dorong Ambang Batas Menjadi 7 Persen

Lebih lanjut, Mahfud membandingkan tudingan tersebut dengan kritik yang biasa mahasiswa sampaikan kepada pemerintah. Menurut dia, mahasiswa umumnya menyebut persoalan, kebijakan, serta pihak yang menjadi sasaran kritik secara jelas.

“Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho yang pemerintah sebut, pemerintahnya sebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mereka bayar mahasiswa, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya.” ungkapnya.

Mahfud MD Prihatin Terhadap Pengakuan Ketua BEM FH UBK

Di sisi lain, Mahfud mengaku prihatin terhadap pengakuan mahasiswa UBK yang menerima uang terkait aksi demonstrasi. Meski demikian, ia menyebut praktik serupa kerap muncul dalam dinamika gerakan mahasiswa sejak lama.

Menurut Mahfud, keterlibatan mahasiswa dalam aksi yang terdorong imbalan tertentu tetap menjadi hal yang ia sesalkan. Namun, ia menilai kelompok semacam itu hanya mewakili sebagian kecil dari gerakan mahasiswa.

Baca Juga  Jokowi Ungkap Isi Pertemuan di Istana, Prabowo Bahas BoP Gaza dan Tarif Dagang Indonesia-AS

“Ya sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu. Meskipun di setiap waktu itu selalu ada kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan tuh sejak dulu ada.” katanya.

Selanjutnya, Mahfud mengisahkan pengalamannya saat aktif sebagai mahasiswa. Ia menyebut sejumlah orang ketika itu menjalankan peran sebagai aktivis sekaligus informan.

“Dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis. Dan baru cair lagi hubungan kami sesudah Orde Baru runtuh, lalu kita, oh kamu dulu intel, iya dulu saya intel di bayar dan sebagainya. Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan.” kata Mahfud

News