Berandaindonesia.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Partai Golkar, atas dukungan dan kontribusi nyata selama setahun pemerintahannya berjalan. Ia menyebut para kader Golkar bekerja sangat baik dalam memperkuat kinerja kabinet.
Prabowo menekankan pentinggnya peran Golkar dalam perjalanan politiknya. Ia mengakui merasa nyaman berada di tengah keluarga besar partai berlambang beringin tersebut. Kenyamanan itu lahir dari kerja keras para kader yang solid mendukung pemerintahan.
“Golongan Karya partai yang punya sejarah. Terima kasih, saudara-saudara, saya merasa diperkuat di sini karena kader-kader yang kau berikan kepada aku, mereka bekerja dengan sangat baik,” ujar Prabowo saat berpidato di perayaan HUT Ke-61 Golkar di Jakarta, Jumat malam.
Dalam pidatonya, Presiden sempat menyinggung video kenangan yang panitia putar. Video tersebut menampilkan dirinya mengenakan jaket kuning dan foto almarhum sang ayah. Ia kemudian berkelakar soal kehebatan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengambil hati hadirin. Bahlil saat ini juga menjabat sebagai Menteri ESDM di Kabinet Merah Putih.
Namun, di balik gurauan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa rasa nyamannya lahir dari kontribusi nyata. Para kader Golkar bekerja solid di berbagai posisi pemerintahan. Ia menggambarkan sinergi itu layaknya tim sepak bola yang kompak. Tim tersebut bahkan memahami arah permainan sebelum menerima instruksi.
Selain itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya menjalankan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Ia menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama. Mereka terus mengingatkannya untuk memegang teguh amanat konstitusi.
Presiden menyebut UUD 1945 bukan sekadar mantra politik belaka. Konstitusi tersebut harus menjadi pedoman yang pemerintah jalankan secara nyata. Terutama pasal-pasal fundamental seperti Pasal 33 yang mengatur perekonomian nasional.
Prabowo menekankan pentingnya pelaksanaan konstitusi tanpa ragu. Menurutnya, keberhasilan negara hanya dapat tercapai melalui persatuan dan keberanian politik. Semua itu harus berlandaskan pelaksanaan konstitusi secara konsisten.
“Kalau saya punya keyakinan, kalau kita laksanakan Pasal 33, kita laksanakan semua pasal di Undang-Undang Dasar 1945, pasti kita berhasil,” tegasnya.