BGN: Program MBG Serap Rp60 Triliun dan Klaim Jangkau 27 Ribu SPPG di Seluruh Indonesia

MBG

Kepala BGN Dadan Hindayana saat memaparkan mengenai perkembangan dan dampak Program MBG dalam kegiatan retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaKepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana melaporkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Capaian tersebut tersebar ke seluruh Indonesia dan menyerap anggaran Rp60 triliun.

Dadan juga menegaskan program ini telah bergerak di berbagai daerah. Selain itu ia juga memaparkan program MBG telah menggerakkan roda ekonomi ke berbagai daerah.

“Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp60 triliun dimana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah,” ujar Dadan.

Selain itu, Dadan memaparkan perkembangan program dalam retret ketua DPRD di Magelang, Sabtu (18/4). Ia menjelaskan latar belakang program berasal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan penduduk.

Baca Juga  Lagi, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp13,5 M untuk Jeneponto

“Program ini sebetulnya berawal dari kegelisahan Presiden, karena Indonesia masih tumbuh enam orang per menit, tiga juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta tahun 2045, dan sekarang permasalahannya bukan pertumbuhannya, tetapi dari mana pertumbuhan itu berasal,” katanya.

Selanjutnya, Dadan menyoroti rendahnya rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia. Ia menyebut kondisi itu memengaruhi akses anak terhadap gizi seimbang.

“Jadi anak-anak Indonesia itu, dewasa ini banyak lahir dari orang tua yang pendidikannya hanya lulusan SD, sehingga, tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang, 60 persen anak itu jarang minum susu bahkan tidak mampu minum susu,” paparnya.

Baca Juga  Pemkot Makassar Ajak Kerjasama Sekolah Swasta Agar Sediakan Kuota Gratis Siswa Miskin

Kemudian, pemerintah mengarahkan program ini pada dua fase penting. Fokus itu mencakup 1.000 hari pertama kehidupan dan usia sekolah.

BGN: MBG Intervensi Pertumbuhan Fisik dan Kecerdasan Anak

Dadan menilai intervensi pada dua fase itu akan memperkuat pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Ia juga menargetkan penurunan angka stunting melalui program tersebut.

“Kita harapkan dengan program ini stuntingnya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78. Maka dengan hadirnya program ini, kami berharap nanti 10 hingga 15 tahun ke depan yang lahir hari ini dan akan jadi tenaga kerja produktif. Kami harap sudah tidak stunting, serta tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang,” tuturnya.

News