“Saya hitung-hitung, kalau GARDU bisa terbentuk sampai tingkat desa/kelurahan di Sulsel, bisa ada sampai 60 ribu pemain domino yang menjadi pasukan pak IAS. Itu luar biasa kalau ada pemilihan,” ujar Andi Jamarro yang disambut tepuk tangan meriah hadirin dan undangan pelantikan.
Selain itu, Andi Jamarro juga memberikan penegasan bagi pihak-pihak yang masih mengidentikkan domino dengan judi. Ia menjanjikan olahraga domino ini jauh dari kesan judi, apalagi sampai pada tindakan perjudian, termasuk judi online. Mantan aktivis BANSER NU ini meminta PORDI Sulsel untuk sampaikan kepada publik bahwa dirinya adalah salah ketua pengurus PB NU, menyatakan bahwa tidak ada judi dalam domino.
“Jadi, tidak ada judi dalam domino. PORDI itu punya garis tegas yang di sebut 4N-1T. Apa itu Empat N? Yaitu No judi, no narkoba, no alkohol, dan no smoking. Padahal banyak dari kita pemain domino itu juga perokok,” kata Andi Jamarro.
Tentang 1 T, katanya menambahkan, adalah prinsip terakhir yang tidak kalah pentingnya. Yaitu Tertib Ibadah. Andi Jamarro menekankan ini kepada seluruh pengurus PORDI di Indonesia yang menggelar pertandingan, agar tertib ibadah.
“Pokoknya, apapun keadaan pertandingan, begitu ada panggilan azan, kegiatan harus dihentikan sementara,” ujarnya di akhir sambutan.
Adapun Walikota Makassar Munafri Arifuddin, dirinya berhadap kalau ada kejurnas yang diselenggarakan oleh PB PORDI, jadikan Makassar sebagai tuan rumah. Ia berjanji kepada IAS dan Andi Jamarro bahwa ia akan mengurus semua.
“Pak Ketum dan Pak IAS, kalau ada kerjunasnya PORDI, saya minta Kota Makassar dijadikan tuan rumah. Kita akan urus semuanya. Tapi jangan tahun ini. Tahun depanlah, agar tahun ini kita susun anggarannya,” beber Munafri.
Sosok-sosok populer yang mendapingi IAS dalam kepengurusan PP PORDI Sulsel antara lain Muhammad Yusuf dan Abdi Baramuli selaku sekrertaris dan bendahara. Nama-nama lain sebagai wakil ketua atau wakil sekretaris antara lain Arfandy Idris, Andi Yagkin Padjalangi. Andi Patarai Amir, Nurmal Idrus, Ir. Fadriati, Faharuddin Palapa. Jumlah pengurus yang diusulkan sebanyak 500 orang lebih. Namun, setelah diasistensi oleh PB, jumlah yang di-SK-kan untuk dilantik menjadi 200 orang.