Berandaindonesia.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang puluhan perwakillan organisasi Islam ke Istana Negara. Pemerintah ingin menjelaskan alasan Indonesia bergabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Pertemuan ini melibatkan 40-50 tokoh dari PBNU, Muhammadiyah, MUI, Persis, Syarikat Islam, hingga pimpinan pondok pesantren.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengakui masih ada perbedaan pandangan soal keputusan pemerintah tersebut. Namun ia meyakini perbedaan itu muncul karena informasi belum tersampaikan secara utuh kepada publik.
“Bukan resistensi ya mungkin masih ada kebedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh. Apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden Prabowo keputusan pemerintah, termasuk di situ kan ada yang poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of Peace,” kata Pras di Jakarta, Selasa (3/2).
Pras menegaskan pemerintah perlu menyampaikan penjelasan komprehensif kepada ormas Islam. Menurutnya, forum pertemuan ini akan menjadi wadah Presiden menjelaskan poin-poin penting keikutsertaan Indonesia.
“Itu juga menjadi bahan-bahan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh. Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa di terima dan di mengerti oleh semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membeberkan agenda pertemuan tersebut. Selain membahas kondisi dalam negeri, diskusi juga akan menyentuh berbagai isu luar negeri termasuk keanggotaan RI di Dewan Perdamaian.
“Hampir semua organisasi muslim (seperti) PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh ponpes-ponpes (pondok pesantren, red.) dari Jawa Timur, dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40-50 (orang, red.). Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, (isu) luar negeri,” kata Seskab Teddy.
Pemerintah berharap pertemuan ini menghasilkan pemahaman bersama dari seluruh elemen Islam Indonesia. Istana optimis penjelasan langsung dari Presiden akan menjawab berbagai pertanyaan dan keresahan yang muncul di masyarakat.