Berandaindonesia.com, Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengungkap detail kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi. KPK memeriksanya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
Dito menjelaskan, penyidik lebih banyak menanyakan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Dia mendampingi Jokowi saat itu.
“Alhamdulillah tadi sudah selesai di periksa. Secara garis besar, memang yang di tanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail,” katanya usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Dito menyebut pembahasan haji muncul saat pertemuan bilateral. Topik ini di bahas ketika Jokowi makan siang bersama Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).
“Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS,” ujarnya.
Namun demikian, Dito menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas kuota haji secara spesifik. MBS justru terlihat sangat senang bertemu dengan Jokowi.
“Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota, tetapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Mohammed bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” jelasnya.
Dito Ariotedjo Ungkapkan Topik Utama Kunjungan Tersebut Membahas IKN dan Investasi
Selain itu, Dito mengungkapkan pertemuan bilateral membahas berbagai sektor. Investasi dan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi topik utama dalam kunjungan tersebut.
“Tetapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya semuanya terlaksana dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak,” tuturnya.
Dia menambahkan, tuan rumah biasanya menentukan agenda kunjungan. Kementerian Agama kebetulan tidak terlibat dalam kunjungan tersebut.
“Kalau kunjungan itu kan itu biasanya di tentukan oleh tuan rumah. Apa sektor-sektor yang rasanya akan dibahas. Kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan untuk pembahasan haji dan juga apa namanya Kementerian Agama ya. Menurut saya, saya tidak tahu,” ujar dia menambahkan.