Berandaindonesia.com, Jakarta – Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Mujani, menegaskan kesiapan menghadapi proses hukum terkait laporan dugaan makar dan penghasutan. Ia menyatakan komitmen untuk memenuhi panggilan polisi dan mengikuti seluruh tahapan hukum tanpa perlawanan.
Mujani menyampaikan sikap itu usai menjadi pembicara dalam diskusi yang membahas kasusnya di UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (23/4). Ia menilai proses hukum sebagai bagian dari konsekuensi kehidupan demokrasi yang setiap warga negara harus siap jalani.
“Kalau prosedurnya harus ditahan, ya tahan aja gitu kan,” ujar dia usai menjadi pembicara dalam diskusi membahas kasusnya di UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (23/4).
Selain itu, Mujani menganggap laporan terhadap dirinya sebagai hak konstitusional warga negara. Ia menekankan sikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Pokoknya sebagai warga negara yang baik, misalnya kalau polisi mengundang kalau mengundang saya untuk datang ke Bareskrim misalnya atau ke Polda, saya akan datang dengan senang hati,” katanya.
Saiful Mujani Terima Panggilan dari kepolisian
Namun demikian, Mujani mengaku belum menerima panggilan resmi dari kepolisian hingga saat ini. Ia tetap menyiapkan waktu khusus agar dapat segera memenuhi panggilan jika penyidik mengirimkan undangan pemeriksaan.
“Oleh karena itu akan saya jalani semua itu dengan damai, walaupun saya apa namanya melihat pergantian kekuasaan itu satu apa hal yang sangat penting karena menuntut perbaikan bangsa,” ujar Mujani.
Lebih lanjut, Mujani menyebut proses hukum ini sebagai konsekuensi yang sudah ia perkirakan sebelumnya. Ia menegaskan sikap tidak gentar dan menolak segala bentuk kekerasan dalam dinamika politik.
“Kita punya pengalaman kok makin baik makin ke sini demo itu. Pada tahun ’65 kan luar biasa apa korbannya, 2 jutaan. Pada zaman Pak Harto ’98 banyak korbannya, tapi tidak sebanyak tahun ’65 kan? Jadi mengalami kemajuan,” ujar Mujani.
“Pada zaman Gus Dur jauh lebih bagus lagi. Artinya kalau sekarang kita mengeluarkan aksi, saya optimis itu lebih terkendali dan lebih demokratis,” imbuhnya.