Berandaindonesia.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta perusahaan pembeli hasil peternakan meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam dari peternak lokal selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara karena libur sekolah.
Amran menyampaikan permintaan itu saat harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan akibat rendahnya serapan pasar. Karena itu, ia mendorong perusahaan offtaker membeli hasil produksi peternak sesuai harga acuan pemerintah agar usaha peternakan tetap berjalan.
“Itu adalah perusahaan-perusahaan yang membeli telur kepada produsen. Tolong belilah dengan harga yang menguntungkan peternak supaya bisnis peternakan ini berkesinambungan dan berkelanjutan,” ujar Amran di Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Menurut Amran, peternak memegang peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga agar peternak tetap memperoleh keuntungan.
Selain itu, Amran menilai kerugian yang terus berlanjut dapat menurunkan minat peternak untuk berproduksi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan telur dan daging ayam dalam jangka panjang.
“Nah, kalau ini (usaha peternak) merugi tentu berhenti produksi. Nanti harga telur di atas HAP (harga acuan pembelian) lagi,” ujarnya.
Untuk mengatasi tekanan harga, Amran menyiapkan sejumlah langkah bersama instansi terkait. Pertama, Kementerian Pertanian menjalin koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memperkuat serapan telur melalui program MBG.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penyerapan hasil produksi peternak serta memperkuat dukungan pakan melalui program SPHP jagung dari Perum Bulog.
“Ada beberapa langkah yang kita ambil. Yang pertama adalah BGN, Kepala BGN (Nanik S Deyang) langsung kami telepon. Kedua adalah penyerapan. Ketiga adalah pakannya ada SPHP jagung dari (Perum) Bulog. Kemudian juga kita minta kepada seluruh pembeli atau offtaker membeli dengan standar yang ditentukan pemerintah,” ujar Amran.
BGN Beri Respons Usulan Mentan
Amran mengatakan Kepala BGN Nanik merespons usulan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi telur dalam menu MBG. Langkah itu diharapkan membantu memperkuat permintaan telur dari peternak.
“Bu Nanik langsung merespons. Beliau mengatakan konsumsi telur yang sebelumnya satu butir akan menjadi tiga butir per minggu,” ujarnya.
Namun, program MBG belum dapat menyerap tambahan produksi dalam waktu dekat karena kegiatan tersebut berhenti sementara selama masa libur sekolah.
Karena itu, Amran kembali meminta perusahaan besar yang menjadi offtaker mengambil peran menjaga stabilitas pasar. Ia juga meminta seluruh pihak mematuhi harga acuan pemerintah demi melindungi peternak.
“Minimal setelah libur sekolah ini naik lagi (penyerapan telur). Tetapi untuk sementara kita mengimbau seluruh perusahaan besar yang menjadi offtaker membeli dengan standar pemerintah di bawah pengawasan Satgas Pangan,” ujarnya.