Berandaindonesia.com, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyindir pihak yang menggeruduk dan menghentikan diskusi tiga pejabat negara di UGM. Menurut dia, pihak yang menolak isi maupun format acara seharusnya membuat forum tandingan, bukan menghentikan kegiatan yang sudah berjalan.
Qodari menyampaikan pandangan itu saat wawancara dalam program Inside Story With Diana Valencia di CNN Indonesia. Selain itu, ia menanggapi aksi pembubaran diskusi yang berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin (15/6) malam.
Dalam kesempatan itu, Qodari menegaskan setiap pihak memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan berbeda. Karena itu, ia mendorong kelompok yang tidak sepakat untuk menghadirkan forum alternatif.
“Saya bilang caranya sederhana saja. Kalau Anda, enggak setuju formatnya, enggak setuju isinya, enggak setuju semuanya, ya anda bikin forum sendiri,” ujar Qodari.
Selanjutnya, Qodari menilai kegiatan diskusi tersebut berjalan sesuai aturan kampus. Ia mengatakan penyelenggara mengantongi izin dan menjalankan prosedur yang berlaku.
Karena itu, ia menilai perbedaan pandangan tidak perlu berujung pada penghentian acara. Sebaliknya, pihak yang memiliki sikap berbeda dapat menyampaikan gagasan melalui forum lain.
“Itulah yang namanya saya kira demokrasi. Namanya demokratis. Jadi anda misalnya enggak setuju dengan survei Qodari, ya anda bikin survei sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Qodari mengapresiasi kehadiran Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dalam diskusi tersebut.
Menurut dia, kehadiran para pejabat menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap kritik dan masukan. Bahkan, Nusron mengajak mahasiswa meninjau langsung proyek food estate yang mereka kritisi.
“Menurut saya luar biasa. Tidak sama sekali kemudian menghindar atau melarang datang. Kurang demokratis apa. Nah kalau ada masalah ya kita selesaikan,” katanya.