PDIP Bantah Keterkaitan dengan Tiyo Ardianto, Sebut Tuduhan BEM Bersatu Fitnah

PDIP

Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, JakartaDPP PDIP membantah tudingan aliansi BEM Bersatu yang mengaitkan partainya dengan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Partai tersebut menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Juru Bicara PDIP Guntur Romli menilai tudingan tersebut hanya bertumpu pada rangkaian asumsi yang tidak memiliki dasar kuat. Karena itu, ia menegaskan narasi yang menghubungkan PDIP dengan gerakan mahasiswa tidak sesuai fakta.

“Tuduhan yang mengaitkan aksi-aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan PDI Perjuangan adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa,” ujar Gunrom, Rabu (17/6).

Selain itu, Gunrom menyoroti sejumlah pernyataan BEM Bersatu yang menghubungkan Tiyo dengan PDIP. Menurut dia, organisasi tersebut membangun kesimpulan melalui rangkaian hubungan keluarga yang tidak relevan dengan aktivitas politik mahasiswa.

Baca Juga  Mendagri: Kepala Daerah Harus Raih Prestasi Demi Elektabilitas

Lebih lanjut, ia menolak asumsi yang bertumpu pada penggunaan mobil Fortuner oleh Tiyo. Menurutnya, kepemilikan kendaraan tidak dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan hubungan politik seseorang dengan partai tertentu.

Dalam keterangannya, BEM Bersatu mengaitkan mobil yang Tiyo gunakan dengan seorang warga bernama Siti Isnaei. Mereka kemudian menghubungkan nama tersebut dengan Jenderal purnawirawan Setyo Sularso dan Andika Perkasa yang merupakan kader PDIP.

Namun demikian, Gunrom menilai rangkaian hubungan tersebut tidak memiliki korelasi dengan tuduhan keterlibatan PDIP dalam aksi mahasiswa. Ia menegaskan hubungan keluarga tidak selalu mencerminkan pilihan politik yang sama.

“Menghubungkan kepemilikan sebuah kendaraan (mobil Fortuner) milik seorang warga sipil (Siti Nuraeni), lalu di tarik ke hubungan persaudaraan (Setyo Sularso), kemudian ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian melompat pada kesimpulan bahwa PDI Perjuangan berada di balik aksi mahasiswa, adalah sesat pikir (fallacy) yang nyata,” ujar dia.

Baca Juga  PDIP Tanggapi Dukungan Koalisi untuk Prabowo Dua Periode

Gunrom Tegaskan PDIP Tidak Mendanai Aksi Mahasiswa yang Menolak MBG

Selanjutnya, Gunrom menegaskan PDIP tidak ikut mengatur, mendanai, maupun memfasilitasi aksi mahasiswa terkait MBG. Ia juga menyatakan partainya tidak pernah mengarahkan kader untuk terlibat dalam teknis gerakan mahasiswa.

“Tuduhan murahan dari BEM Bersatu yang dengan mudahnya menyebut aksi mahasiswa ditunggangi atau disusupi oleh partai politik adalah bentuk penghinaan terhadap nalar kritis dan independensi mahasiswa,” katanya.

Di sisi lain, Gunrom menyebut sejumlah organisasi mahasiswa telah menyampaikan bantahan terkait keterlibatan mereka dalam BEM Bersatu. Karena itu, ia mempertanyakan legitimasi sebagian pihak yang mengatasnamakan kelompok tersebut.

“Bisa ditambahkan juga, banyak bantahan dari organisasi kampus asal terhadap individu yang tergabung di BEM Bersatu, jadi mereka bukan mahasiswa tapi mahasewa,” katanya

News