Kontingen Indonesia Belum Maksimal di Kejuaraan Dunia BWF 2026

Kejuaraan Dunia BWF

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Amri/Nita) dalam perjalanan mereka menuju medali perunggu dari kontingen Indonesia di New Delhi. (Foto: Humas PP PBSI)

Berandaindonesia.com, Jakarta–Indonesia kembali gagal merebut gelar juara dunia bulutangkis. Kontingen Merah Putih hanya membawa pulang satu medali perunggu dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, setelah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Amri/Nita) terhenti di semifinal.

Hasil tersebut memperpanjang paceklik gelar Indonesia di Kejuaraan Dunia. Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mencapai semifinal sekaligus penyumbang medali. Mereka kalah tipis dari pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam pertarungan selama 97 menit dengan skor 22-20, 14-21, 20-22.

Kegagalan ini menunjukkan Indonesia belum benar-benar bangkit di panggung dunia bulutangkis. Dibandingkan edisi 2025 di Paris, Indonesia memang menunjukkan kedalaman yang lebih baik dengan lebih banyak wakil yang mampu menembus perempat final. Namun, hasil akhirnya tetap sama: hanya satu medali perunggu dan tanpa wakil di babak final.

Pada Kejuaraan Dunia 2025, Putri Kusuma Wardani menjadi penyumbang medali perunggu sekaligus mengakhiri penantian sekitar satu dekade Indonesia untuk mendapatkan medali di sektor tunggal putri waktu itu. Tahun ini, Putri justru terhenti di babak 16 besar.

Di New Delhi, sejumlah pemain yang diharapkan menjadi tumpuan juga belum mampu melangkah hingga perebutan medali. Jonatan Christie tersingkir di 16 besar. Unggulan kedua ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Fajar/Fikrti) dan tunggal putra Alwi Farhan sama-sama terhenti di perempat final. Fajar/Fikri kalah dari pasangan Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, sedangkan Alwi menyerah dari Chou Tien Chen.

Baca Juga  KPK Tetapkan Dua Oknum Anggota DPR Tersangka Korupsi CSR

Dua ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, juga hanya mampu mencapai babak delapan besar.

Amril/Nita Makin Percaya Diri

Meski demikian, penampilan Amri/Nita memberikan secercah harapan. Pada debut mereka di Kejuaraan Dunia kali ini, Amri/Nita tampil konsisten sejak babak awal. Mereka bahkan menyingkirkan juara All England 2026 Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan pada babak 16 besar. Lalu kemudian mengalahkan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang di perempat final.

Di semifinal, Amri/Nita nyaris membuat kejutan terbesar Indonesia. Mereka merebut gim pertama 22-20 dan mampu membawa gim ketiga hingga 20-20 sebelum akhirnya kalah 20-22. Skor lengkapnya, 22-20, 14-21, 20-22 dalam 1 jam 37 menit.

Amri mengakui hasil tersebut belum maksimal, tetapi menjadi modal penting untuk perkembangan mereka.

“Alhamdulillah bisa bawa medali, ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia. Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Terutama di gim ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi, sayang memang kami tidak bisa convert,” ujar Amri seusai pertandingan sebagaimana dikutip dari kanal TVRI News⁠.

Baca Juga  Naili-Ome Resmi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo

Amri mengatakan, pengalaman menghadapi pasangan nomor satu dunia tersebut menambah kepercayaan dirinya bersama Nita. Ia bertekad meningkatkan latihan agar dapat tampil lebih konsisten.

“Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk bisa tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi. Podiumnya bisa lebih tinggi lagi,” kata Amri.

Kegagalan Indonesia meraih gelar di New Delhi sekaligus memperlihatkan persoalan utama yang masih harus dibenahi oleh PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Indonesia memiliki sejumlah pemain dan pasangan yang mampu mencapai fase akhir turnamen, tetapi belum mampu mengubah peluang tersebut menjadi tiket final dan gelar juara.

Dengan demikian, Kejuaraan Dunia 2026 belum bisa disebut sebagai momentum kebangkitan bulutangkis Indonesia. Performa Amri/Nita memang memberi harapan, tetapi secara keseluruhan, Merah Putih masih belum bangkit ke level yang pernah dicapai sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia.

Sumber: Berandaindonesia.com

News