Berandaindonesia.com, Makassar–Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si. memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) pada acara PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru).
Pada PKKMB yang diikuti 2.462 mahasiswa baru dari program Diploma, S1, S2, dan S3 ini ini berlangsung di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar (13/8). Kuliah umum yang dibawakan gubernur Lemhanas ini hanya dihadiri kalangan mahasiswa baru pascasarjana S2 dan S3.
Dalam kuliah umum tersebut, Ace Hasan Syadzily pada dasarnya menegaskan perspektif, bahwa pendidikan memiliki peran strategis membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, membaca perubahan, dan mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Ace Hasan mengajak mahasiswa melihat pendidikan sebagai esensi pembangunan bangsa. Kemajuan negara, kata Ace Hasan, ditentukan oleh instrumen kualitas pendidikan. Instrumen ini penting untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan dan mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“Hanya melalui pendidikan, kita dapat tumbuh sebagai bangsa yang kokoh. Pendidikan membangun kemampuan intelektual, karakter, dan kesadaran kebangsaan. Pendidikan juga membekali kita untuk memahami perubahan serta menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di lingkungan nasional maupun global,” kata Ace Hasan.
Spirit Perjuangan Sultan Hasanuddin
Lebih lanjut, Ace Hasan menilai, Unhas memiliki modal historis yang kuat sebagai salah satu pusat pembentukan karakter kebangsaan. Dia mencontohkan nilai-nilai perjuangan Sultan Hasanuddin yang melekat dalam identitas Unhas yang merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, Unhas juga memiliki posisi strategis sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Indonesia Timur. Kawasan ini menyimpan berbagai potensi kekuatan penting bagi kemajuan Indonesia. Potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola dan mengembangkannya.
“Indonesia Timur memiliki banyak potensi untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Mahasiswa di kawasan ini perlu melihat dirinya sebagai bagian penting dari masa depan pembangunan nasional. Mereka harus mampu mengambil peran dalam menjaga ketahanan nasional, berpikir transformatif, adaptif, dan visioner, serta mengembangkan potensi Indonesia Timur untuk memperkuat pembangunan bangsa,” kata Ace Hasan menambahkan.
Selain itu, kata Ace Hasan melanjutkan, ketahanan nasional menempatkan generasi muda pada posisi penting dalam menghadapi perubahan. Mahasiswa sebagai calon pemimpin nasional, perlu memiliki keberanian mengambil peran, membaca dinamika global, serta merespons perubahan secara kritis dan adaptif.
Perkembangan geopolitik, teknologi, dan hubungan antarnegara menuntut generasi sekarang dengan wawasan luas serta pijakan kebangsaan yang kuat.
Pada kesempatan itu, Ace Hasanmengapresiasi Unhas yang menghadirkan PKKMB Pascasarjana sebagai ruang membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan dan karakter kebangsaan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis menyiapkan sumber daya manusia unggul, terutama di tengah perubahan lingkungan global yang semakin kompleks.
Menutup kuliah umumnya, Ace Hasan mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi untuk memperluas wawasan dan mengasah kepemimpinan. Pengalaman akademik di perguruan tinggi diharapkan memberi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan, mengambil peran, dan berkontribusi bagi bangsa.
“Jadilah generasi yang terus membawa perubahan, pembelajar sepanjang hayat, berpikir kritis, memiliki integritas, dan mencintai tanah air. Apa yang dipelajari di perguruan tinggi harus mampu menjadi bekal memberikan kontribusi dan menghadirkan perubahan bagi masyarakat dan bangsa,” pesan Ace Hasan.
Sumber: Humas Unhas & Berandaindonesia.com