Surat Sakti Itu Bernama Diskresi
Kalangan Golkar menyebut SK Diskresi itu sebagai surat sakti. Disebut sakti karena SK serupa juga yang mengantarkan Taufan Pawe menjadi ketua DPD Golkar Sulsel 2020-2025. Oleh karena itu, ketiadaan SK Diskresi yang menjadi hambatan bagi IAS untuk menjadi Ketua DPD Golkar Sulsel telah, telah dikeluarkan Bahlil.
“Betul, SK Diskresi telah diserahkan oleh Pak Ketum Bahlil kepada Pak IAS,” ujar Plt Ketua Golkar Sulsel Muhiddin Said di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Ketua bidang di DPP Golkar Abdul Razak Said juga membenarkan adalah penyerahan SK Diskresi tersebut.
Sehari sebelumnya, IAS telah bertemu dengan Bahlil Lahadalia di kediaman ketum Golkar ini (Selasa 23/6/2026). Plt Ketua Muhidin Said mengaku mengantar IAS bertemu Bahlil pada Selasa tersebut.
Dengan keluarnya diskresi ini, kemungkinan jadwal Musda DPD Golkar Sulsel akan dirilis dalam waktu dekat ini. Sejak tahun 2024, DPD Golkar Sulsel sudah siap melaksanakan Musda DPD Golkar Sulsel. Namun sampai saat ini, DPP Golkar belum mengeluarkan jadwal, meski SK Panitia Musda DPD Golkar Sulsel untuk ketua panitia dan Steering Committee (SK) sudah dikeluarkan DPP sejak tahun lalu (2025).
Jejak Politik Ilham Arief Siradjuddin
IAS sendiri pernah memimpin DPD Golkar Kota Makassar periode 2004-2009. Juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel dan Walikota Makassar dua periode 2003-2008 dan 2008-2013.
Pada Musdalub Golkar Sulsel 2007, IAS terpilih menjadi Ketua Golkar Sulsel mengalahkan Muhammad Roem. Roem waktu itu menjabat Plt Ketua Golkar Sulsel menggantikan Amin Syam yang mengudurkan diri usai kalah di Pilgub Sulsel 2007.
Saat Musda Golkar Sulsel 2009, IAS mempersiapkan diri menjadi calon ketua DPD Golkar Sulsel Periode 2009-2014. Pada saat forum Musda digelar, ada dua figur yang mendaftar sebagai calo, yaitu Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan IAS.