Unhas dan Iran Bangun Aliansi Teknologi Strategis

Unhas Iran Teknologi

Atase Pertahanan Kedubes Republik Islam Iran Kolonel Mohammad Nosrati, Kepala Technology Transfer Office (TTO) Universitas Hasanuddin, Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Eng., dan Dr. Supratman, dosen Departemen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas di Kantor Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026. (Dok. Foto: ist)

Berandaindonesia.com, Jakarta–Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka babak baru diplomasi sains Indonesia–Iran setelah delegasi kampus tersebut menggelar pertemuan resmi dengan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Kolonel Mohammad Nosrati, di Kantor Kedutaan Besar Republik Islam Iran, Jakarta, Jumat (26/6/2026), guna membahas pengembangan kerja sama riset dan inovasi di bidang teknologi drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), kecerdasan buatan, serta alat kesehatan untuk rehabilitasi medik.

Delegasi Unhas dipimpin oleh Kepala Technology Transfer Office (TTO) Universitas Hasanuddin, Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Eng., didampingi Dr. Supratman, dosen Departemen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas, bersama Kaswadi dari PT EnerSky Innovation sebagai mitra industri nasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, produktif, dan penuh semangat persahabatan yang mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat diplomasi ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kemitraan akademik antara Indonesia dan Republik Islam Iran.

Baca Juga  Prof Jamaluddin Jompa Kalahkan Prof Budu Kedua Kalinya

Fokus Kemitraan pada Drone, AI, dan Teknologi Rehabilitasi Medik

Delegasi Universitas Hasanuddin memaparkan sejumlah agenda strategis yang meliputi pengembangan UAV tipe fixed-wing dan multirotor, sistem navigasi dan kendali otonom, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pada wahana nirawak, pemanfaatan drone untuk sektor pertanian presisi dan pemetaan, serta pengembangan alat kesehatan berbasis rekayasa teknik untuk rehabilitasi medik.

Usulan kerja sama tersebut juga mencakup penelitian bersama, pertukaran dosen, peneliti dan mahasiswa, pengembangan laboratorium kolaboratif, hilirisasi inovasi, hingga penguatan ekosistem industri berbasis hasil riset kedua negara.

Pihak Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyambut positif seluruh gagasan yang disampaikan karena dinilai sejalan dengan kemampuan Iran yang telah berkembang pesat dalam bidang teknologi kedirgantaraan, sistem nirawak, robotika, rekayasa teknik, dan teknologi kesehatan.

Baca Juga  Peraih Nobel Kimia 2022 Prof. Morten P. Meldal Beri Kuliah Umum di Unhas

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Kolonel Mohammad Nosrati, menyatakan kegembiraannya atas kunjungan delegasi Universitas Hasanuddin yang dinilai membuka peluang baru bagi hubungan akademik kedua negara.

“Pada dasarnya kami sangat gembira dengan kunjungan delegasi Universitas Hasanuddin. Saya akan segera menyampaikan maksud kedatangan delegasi Unhas kepada Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta dan segera pula mengoordinasikannya dengan Teheran,” ujar Kolonel Mohammad Nosrati.

Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan diselenggarakan pertemuan ilmiah yang mempertemukan para ilmuwan Iran dengan ilmuwan Universitas Hasanuddin guna membahas berbagai bidang kerja sama yang dibutuhkan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

News