Kolonel Nosrati menegaskan bahwa kerja sama pendidikan tinggi dan penelitian merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Iran melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan pembangunan sumber daya manusia.
Dr. Andi Amijoyo Mochtar, Motor Inovasi Drone Unhas
Salah satu figur sentral dalam pertemuan tersebut adalah Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, akademisi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang dikenal sebagai salah seorang pengembang utama teknologi drone hasil riset Unhas dan kini memimpin berbagai program hilirisasi inovasi melalui Technology Transfer Office (TTO).
Dr. Andi Amijoyo merupakan akademisi berlatar belakang teknik mesin dengan pengalaman pendidikan dan jejaring akademik internasional, termasuk pernah menempuh studi lanjut di Amerika Serikat, sehingga memiliki pengalaman luas dalam pengembangan teknologi mekatronika, robotika, energi terbarukan, dan sistem UAV. (Klaim mengenai status sebagai alumni perguruan tinggi di Amerika Serikat sebaiknya diverifikasi kembali sebelum dipublikasikan karena belum ditemukan konfirmasi resmi dari sumber terbuka.)
Dalam beberapa tahun terakhir, ia memimpin berbagai riset strategis Universitas Hasanuddin di bidang teknologi drone yang diarahkan untuk mendukung transformasi industri nasional.
Di bawah kepemimpinannya, Laboratorium Robotika dan Mekatronika Fakultas Teknik Unhas berhasil mengembangkan Rice Seed Spreading Drone, drone penabur benih padi dengan sistem penanaman berbaris pertama di Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pertanian presisi dan telah menarik perhatian pemerintah maupun dunia industri.
Tim yang dipimpinnya juga mengembangkan drone penyemprot pertanian, drone pemangkas kelapa sawit, robot pemanen sawit, robot desinfektan berbasis Internet of Things (IoT), robot bawah air tanpa awak, hingga berbagai inovasi mekatronika yang telah memperoleh hak kekayaan intelektual serta memasuki tahap hilirisasi bersama mitra industri nasional.
Pengembangan teknologi tersebut memperlihatkan komitmen Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu diterapkan secara nyata dalam sektor pertanian, kesehatan, industri, dan pembangunan nasional.
Menuju Kemitraan Strategis Indonesia–Iran
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk mempercepat penyusunan program kerja sama yang mencakup riset bersama, pertukaran akademisi, pengembangan kurikulum, seminar internasional, transfer teknologi, hingga kolaborasi inovasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Pihak Kedutaan Besar Republik Islam Iran juga berharap delegasi Universitas Hasanuddin dapat melakukan kunjungan resmi ke Iran dalam waktu dekat guna bertemu dengan sejumlah universitas, lembaga penelitian, pusat inovasi, dan industri teknologi sehingga bentuk kerja sama dapat segera diwujudkan secara konkret.
Sebagai balasan, Universitas Hasanuddin mengundang Kedutaan Besar Republik Islam Iran beserta perguruan tinggi dan lembaga riset di Iran untuk berkunjung ke Kampus Universitas Hasanuddin di Makassar sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik kedua negara.
Kunjungan timbal balik tersebut diharapkan menjadi momentum implementasi berbagai program kolaboratif yang meliputi riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan konferensi internasional, pengembangan inovasi teknologi drone, kecerdasan buatan, robotika, hingga alat kesehatan rehabilitasi medik.
Pertemuan di Jakarta itu menjadi tonggak awal yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat diplomasi akademik Indonesia–Iran sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi bersama yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, kemandirian teknologi, serta pengembangan industri berteknologi tinggi di kedua negara.[]
Sumber: Unhas dan BerandaindonesiaCom