AHY Resmi Buka Musda V Demokrat Sulsel Secara Daring

AHY Musda Demokrat Sulsel

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka secara resmi Musda V Partai Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Jumat 23 Oktober 2026. (Foto: ist)

Berandaindonesia.com, Makassar–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Jumat (24/10) malam.

Agenda rutin lima tahunan ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi dan penataan arah politik Partai Demokrat di kawasan timur Indonesia.

Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir memberikan arahan secara virtual via video conference.

Pembukaan Musda V ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, seperti Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng, serta Ketua DPD I Demokrat Sulsel yang sebentar lagi demisioner, Ni’matullah.

Tampak hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang baru saja resmi bergabung sebagai kader Demokrat sekaligus mendaftar sebagai Calon Ketua DPD Demokrat Sulsel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dua anggota DPR RI asal Sulsel yakni Andi Muzakkir dan Frederik Kalalembang, serta jajaran anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulsel.

Dalam pidato arahannya, AHY menekankan pentingnya konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Musyawarah daerah merupakan sebuah forum konsolidasi formal yang sejatinya setiap saat kita terus melakukan konsolidasi. Bukan hanya setiap 5 tahun sekali, tetapi setiap saat,” ujar AHY dalam sambutannya.

AHY menambahkan dalam sambutan itu bahwa sejatinya kehidupan dan keberlangsungan organisasi ditentukan oleh seberapa solid hubungan antara kader, pimpinan dengan anggota.

AHY juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah serta mendorong pembentukan SDM partai yang berintegritas dan berkompetensi tinggi di tengah tantangan zaman.

Baca Juga  Fakultas Vokasi Unhas Kembangkan Ekosistem Teaching Factory

“Tunjukkan bahwa Demokrat memiliki sumber daya manusia yang unggul, memiliki kompetensi, tapi juga integritas. Ini dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” tegas AHY.

Lebih lanjut, AHY juga menambahkan ketegasan lainnya, bahwa modal utama mendapatkan kepercayaan rakyat adalah integritas. Namun, integritas tanpa kompetensi, tidak akan ke mana-mana. Sebaliknya, ujar AHY menambahkan, kompetensi tanpa integritas justru berbahaya.

Ia turut menginstruksikan kader untuk selalu hadir memberikan empati nyata kepada masyarakat.

“Jaga perasaan rakyat kita, terutama saat menghadapi kesulitan, permasalahan, apakah itu di bidang ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli, menghadapi bencana. Tunjukkan empati dan kepedulian. Jangan turun pada saat kita membutuhkan saja, setiap saat turun ke lapangan,” pesan Ketum Demokrat tersebut.

Munafri Arifuddin Calon Tunggal

Sementara itu, Sekjen Herman Khaeron mengonfirmasi bahwa seluruh pemilik suara telah menyepakati nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai calon tunggal dalam Musda V ini.

“Jadi mekanisme di Partai Demokrat seluruh pemilik suara diverifikasi atas keabsahan dan keberdukungannya dan setelah kami verifikasi hanya satu calon memang yang muncul dan didukung oleh seluruh pemilik suara,” ungkap Herman.

Dalam catatannya, ada 24 DPC dan satu suara DPD mendukung kepada Appi. Ada juga Orsap, Orsap gabungan lainnya, sehingga yang menudukung pencalonan Munafri menjadi suara jadi ada 26.

Herman menegaskan bahwa meskipun Ketum DPP memiliki hak suara berdasarkan AD/ART, DPP memilih mendorong proses demokrasi yang terbuka.

Baca Juga  Genap Satu Tahun Mengabdi: Appi - Aliyah Masih Berupaya Wujudkan Janji

“Kami lebih mendorong kepada proses demokrasi, proses yang tentu kami ingin tetap menjaga ruang yang ini memberikan keleluasaan bagi siapapun kader baik yang lama maupun yang baru untuk turut serta berkontestasi di dalam proses musyawarah daerah maupun musyawarah cabang nanti pada waktunya,” jelas Herman.

Menyinggung target politik untuk kepengurusan baru di Sulsel, Herman optimistis Demokrat Sulsel dapat mengembalikan masa kejayaannya di Sulawesi Selatan pada Pemilu mendatang.

“Kalau sekarang tinggal dua, tentu kami paling tidak ingin memenuhi tiga dapil yang ada di sini, tiga kursi di DPR RI. Kemudian bisa menambah seluruh dapil di provinsi ada 11 dapil, kalau sekarang ada 7 kursi, kami ingin seluruh dapil terisi sehingga paling tidak DPRD provinsi 11 anggota,” papar Herman.

Khusus Makassar, Herman menambahkan, karena ketua DPD-nya adalah Wali Kota Makassar, tentu kami optimis bahwa ke depan bisa meraih suara lebih besar dan membidik posisi Ketua DPRD Kota Makassar.

Adapun mengenai arah politik nasional maupun pembahasan figur capres/cawapres, Herman menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini masih fokus menuntaskan konsolidasi internal serta mendukung suksesnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pihaknya, kata Herman belum membicarakan terkait dengan pencapresan. Partai Demokrat sedang pada tahap konsolidasi internal karena baru 20 provinsi yang melakukan Musda.

Selain itu, partainya sedang berfokus untuk membantu tugas-tugas pemerintahan, terutama menyukseskan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto supaya manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

Sumber: berandaindonesia.com

News