Guru Besar Nigeria dan AS Beri Motivasi Wisudawan Unhas

Nigeria Amerika Serikat Unhas

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, MSc, Prof. Babatunde Olamide Bamgbose dari Bayero University, Kano, Nigeria dan Prof. Azeez Butali dari The University of Iowa, Amerika Serikat usai mengikuti proesi wisuda bagi tamatan Unhas Juli 2026. (Foto: Humas Unhas)

Wisuda Unhas Juli 2026

Berandaindonesia.com, Makassar–Prof. Babatunde Olamide Bamgbose dari Bayero University, Kano, Nigeria dan Prof. Azeez Butali dari The University of Iowa, Amerika Serikat berikan motivasi kepada 1.355 wisudawan/wisudawati Unhas periode Juli 2026 ini.

Di hadapan para wisudawan, Prof. Babatunde Olamide Bamgbose, Guru Besar bidang Oral and Maxillofacial Radiology dari Bayero University, Kano, Nigeria, mengajak lulusan Unhas untuk berani memiliki mimpi besar. Menurutnya, setiap inovasi, kepemimpinan, maupun pencapaian berawal dari keberanian seseorang membayangkan masa depan yang ingin diwujudkan.

Namun, mimpi tidak akan menghasilkan perubahan apabila berhenti sebagai angan. Ia menekankan bahwa mimpi perlu ditransformasikan menjadi visi yang jelas, disertai tujuan yang terukur dan langkah yang konsisten.

Visi tersebut kemudian harus dikomunikasikan secara efektif agar mampu menggerakkan orang lain, membangun kepercayaan, serta melahirkan kolaborasi.

“Belajarlah untuk bermimpi. Bermimpilah besar. Setelah itu, ubahlah mimpi menjadi visi. Ketika memiliki visi, komunikasikan dengan jelas sehingga orang lain memahami tujuan yang ingin Anda capai,” ujarnya.

Menurut Prof. Bamgbose, komunikasi merupakan salah satu fondasi kepemimpinan. Banyak peluang lahir bukan semata karena kecerdasan akademik, melainkan karena kemampuan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, karakter, dan tujuan bersama.

Pengalaman tersebut, katanya, juga mengantarkannya menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin. Hubungan akademik yang bermula dari komunikasi dengan sivitas Fakultas Kedokteran Gigi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas bersama pimpinan universitas.

Baca Juga  Munafri Tegas soal Zonasi, SPMB 2026 Kini Wajah Baru

Ia mengaku terkesan dengan arah pengembangan Universitas Hasanuddin yang dinilainya memiliki visi yang jelas untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Kepemimpinan universitas, menurutnya, berhasil membangun budaya kolaborasi yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara dalam satu tujuan bersama.

“Saya melihat Unhas memiliki arah yang jelas. Orang-orang di dalamnya memahami apa yang ingin dicapai dan terus bekerja bersama untuk mewujudkannya. Visi seperti inilah yang membangun kepercayaan dalam sebuah kolaborasi,” tuturnya.

Prof. Bamgbose menutup pesannya dengan mengingatkan para wisudawan agar tetap berjalan bersama visi yang dimiliki, menjaga karakter, serta menghargai orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Support System Akademik Faktor Pembuka

Sementara itu, Prof. Azeez Butali, Guru Besar Oral Pathology, Radiology and Medicine dari The University of Iowa, Amerika Serikat, mengajak para lulusan memaknai wisuda sebagai hasil dari perjalanan panjang yang tidak ditempuh seorang diri.

Menurutnya, setiap keberhasilan merupakan akumulasi dari proses belajar, pengembangan keterampilan, pengalaman menghadapi tantangan, hingga keberanian bangkit dari kegagalan. Seluruh pengalaman tersebut membentuk kompetensi sekaligus karakter seorang profesional.

Ia menegaskan bahwa di balik setiap lulusan selalu ada keluarga, dosen, mentor, sahabat, dan lingkungan akademik yang berperan sebagai support system. Kehadiran mereka menjadi faktor penting yang membuka peluang, memberikan rekomendasi, membimbing, dan mendorong seseorang untuk terus berkembang.

Baca Juga  Bupati Tangerang Dorong Batik Kemuning Jadi Ekonomi Desa

“Jangan pernah menganggap keberhasilan sebagai pencapaian individu. Akan selalu ada orang-orang yang mendukung, membimbing, dan membuka pintu kesempatan bagi perjalanan Anda,” ungkapnya.

Prof. Butali mengajak para wisudawan untuk tidak melupakan rasa syukur kepada keluarga dan seluruh sivitas akademika yang telah menjadi bagian dari proses pendidikan mereka. Baginya, menghargai setiap bentuk dukungan merupakan fondasi dalam membangun kepemimpinan yang rendah hati dan berintegritas.

Kehadiran kedua akademisi internasional tersebut memberikan perspektif bahwa kompetensi akademik merupakan salah satu modal dalam membangun masa depan. Di era yang semakin terhubung, kemampuan mengembangkan visi, berkomunikasi secara efektif, membangun jejaring global, serta menjaga karakter menjadi kompetensi yang sama pentingnya bagi para lulusan perguruan tinggi.

Melalui pesan yang mereka sampaikan, prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin tidak sekadar menjadi perayaan atas keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Mimpi yang besar, visi yang jelas, kolaborasi yang kuat, dan integritas dalam berkarya akan menjadi bekal utama bagi lulusan Unhas dalam memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.[]

Sumber: Humas Unhas dan BerandaindonesiaCom

News