Unhas Kantongi Izin Edar BPOM 15 Produk Inovasi

Unhas BPOM Inovasi

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dan Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar dalam acara serah terima izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk hasil inovasi Unhas untuk diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu, 11 Juli 2027. (Dok. Foto: Humas Unhas)

Berandaindonesia.com, Makassar–Universitas Hasanuddin (Unhas) memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makananan (BPOM) RI untuk 15 produk inovasi Unhas. Izin ini menacakup produksi pemasaran, dan pemanfaatan secara luas atas inovasi Unhas tersebut.

Pada momen ini, unhas mencatatkan lompatan penting dalam agenda hilirisasi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebanyak 15 produk hasil penelitian dosen resmi mengantongi izin edar yang berarti membuka jalan bagi inovasi kampus untuk diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi Unhas yang menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh legalitas serupa pada tahun ini.

Bagi perguruan tinggi, keberhasilan sebuah penelitian tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau paten yang dihasilkan.

Lebih dari itu, riset dituntut mampu bertransformasi menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, serta mendukung pembangunan nasional.

Dalam konteks ini, izin edar BPOM menjadi salah satu tahapan strategis yang memastikan produk hasil penelitian memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kelayakan sebelum hadir di tengah masyarakat.

Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan mengatakan, kolaborasi merupakan mekanisme penting agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha akan mempercepat pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat.

“Kolaborasi ini penting agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Produk yang lahir dari proses hilirisasi akan memberikan dampak ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Yosef.

Baca Juga  Implementasi Kerja Sama Internasional, Tim FK Unhas Kunjungi Laboratorium Genetik di Tiga Negara Eropa

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan keberhasilan memperoleh izin edar BPOM merupakan tonggak penting dalam perjalanan hilirisasi inovasi di lingkungan Unhas.

Selama ini, tantangan selanjutnya setelah kampus menghasilkan penelitian unggul adalah memastikan inovasi memenuhi syarat regulasi agar dapat diproduksi dan digunakan oleh masyarakat.

“Kita patut berbangga karena salah satu persoalan utama selama ini adalah izin edar. Produk obat maupun pangan hasil riset sering kali berhenti pada tahap penelitian. Hari ini kita membuktikan bahwa inovasi kampus dapat memperoleh legalitas. Tahun ini kami menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh izin edar,” tegas Jamaluddin Jompa.

Menurut Jamaluddin, Unhas mendorong transformasi riset menuju pemanfaatan oleh publik. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, maka kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri harus menjadi bagian dari tindak lanjut.

Industri Berbasis Riset

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menegaskan bahwa BPOM tidak hanya berfungsi sebagai lembaga regulator, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Proses pemberian izin edar merupakan bagian dari upaya membangun industri berbasis riset yang mampu bersaing di tingkat global.

“BPOM tidak sekadar memberikan stempel. Kami ingin memastikan produk hasil hilirisasi dapat berkembang, dipasarkan secara nasional, bahkan memiliki peluang untuk diekspor ke pasar global,” jelas Taruna Ikrar.

Percepatan hilirisasi, menurut Taruna Ikrar, hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga  Tinggalkan Nasdem, Rusdi Masse Gabung PSI

Sebanyak 15 produk yang berhasil memperoleh izin edar BPOM berasal dari berbagai inovasi pangan berbasis sumber daya lokal. Produk tersebut meliputi roti, Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, gula aren cair, gula aren kubus, gula aren serbuk, sarabba, olahan rumput laut, mi rumput laut, cendol rumput laut, brownies rumput laut, muffin rumput laut, bakso rumput laut, nugget rumput laut, serta minuman Ginger Creamy.

Adapun yang tercatat sebagai inovator pada 15 produk tersebut yakni:

1. Prof. Dr. Ir. Amran Laga,
2. Prof. Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D.,
3. Prof. Dr. Sartini, M.Si., Apt.,
4. Dr. Sitti Fakhriyyah, S.Pi., M.Si.,
5. Dr. Kasmiati, S.TP., M.P.,
6. Irwan, S.TP., M.TP.,

Penyerahan sertifikat izin edar BPOM kepada para peneliti dilakukan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7). Kegiatan ini merupakan forum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian menuju produk yang aman, legal, dan siap memasuki pasar.

Saat ini, sedikitnya 15 dosen pengusung lainnya tengah mempersiapkan proses pengajuan izin edar BPOM bagi produk inovasi yang mereka kembangkan. Dengan target sekitar 200 lebih produk memperoleh legalitas pada tahun ini, Unhas terus memperkuat ekosistem inovasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[]

Sumber: Humas Unhas dan BerandaindonesiaCom

News