Wartawan Senior Mulawarman Sarankan Appi Tinggalkan Golkar

Appi Tinggalkan Golkar

H. Mulawarman, wartawan Senior dari Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: ist)

Berandaindonesia.com, Makassar–Wartawan senior Mulawarman menyarankan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, meninggalkan Partai Golkar. Saat ini, Appi masih menjabat ketua DPD Partai Golkar Kota Makassar.

Menurut mantan wartawan Kompas Group ini, Appi tidak perlu menunggu dirinya merasa makin tidak nyaman di Golkar. Golkar bakal tidak memperdulikan lagi Appi, sekalipun masih menjabat walikota Makassar.

Saran tersebut disampaikan Mulawarman saat berbicara kepada sejumlah awak media di Cafe Enreco, Jalan Boulevard, Makassar, Rabu (26/8/2026). Ia mengaitkan pandangannya dengan dinamika internal Partai Golkar Sulsel setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih Ketua DPD Golkar Sulsel periode 2026-2031.

“Ini sangat jelas. Elit Golkar di Jakarta hanya menginginkan Aco alias IAS atau Ilham Arif Sirajuddin, bukan Appi,” ujar Mulawarman.

Mulawarman menilai keputusan DPP Partai Golkar memberikan diskresi kepada IAS untuk mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel adalah merupakan indikator keberpihakan elite di Jakarta (Ketua Umum Bahlil Lahadalia–red).

Mantan wartawan surat kabar Kampus Identitas Unhas ini mengatakan bahwa diskresi di atas membuka jalan bagi IAS untuk memasuki kontestasi Musda Golkar Sulsel 2026. Sebelumnya, IAS tidak memenuhi syarat pencalonan jika tidak mendapatkan rekomendasi diskresi dari ketua umum.

Persaingan IAS dan Appi

Dinamika perebutan kursi Ketua DPD Golkar Provinsi Sulsel sebelumnya, mempertemukan IAS dan Appi sebagai dua figur utama dalam kontestasi musda.

Baca Juga  Makassar - Finlandia Jajaki Kolaborasi Infrastruktur dan Pendidikan

Appi dan IAS, mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar Sulsel. Tahapan pengambilan formulir berlangsung pada 13-14 Juli 2026, sedangkan pengembalian formulir dijadwalkan 15-17 Juli 2026.

Kubu Appi saat itu menyatakan mengantongi 20 rekomendasi dukungan DPD II Golkar untuk maju dalam Musda.

Di sisi lain, dukungan kepada IAS menguat setelah keluarnya diskresi DPP. Sejumlah pemilik suara yang sebelumnya mengaku mendukung Appi, lalu kemudian berbalik arah mendukung IAS.

Appi kemudian tidak melanjutkan proses pencalonannya. Ia tidak mengembalikan formulir hingga batas waktu yang ditentukan. Dengan demikian, IAS menjadi satu-satunya bakal calon yang lanjut ke tahapan pencalonan.

Dalam proses tersebut, IAS mengklaim memperoleh dukungan mayoritas pemilik suara internal Golkar. Saat mengembalikan formulir pada 17 Juli, IAS disebut membawa 32 pendukungnya (pemilik surara).

Sehari setelahnya, Musda XI Golkar Sulsel digelar di Makassar. IAS terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel terpilih.

Mulawarman Sebut Appi Bisa Dirugikan

Lebih lanjut, Mulawarman mengatakan, Appi justru dirugikan jika terus bertahan di tengah dinamika internal Partai Golkar.

“Tidak ada gunanya bagi Appi bertahan di Golkar. Bertahan di Golkar akan merugikan Appi, baik sebagai sosok politisi, maupun sebagai Wali Kota Makassar. Waktunya Appi akan banyak terbuang sia-sia, melayani upaya-upaya elit Golkar yang akan terus membuatnya tidak nyaman di Partai,” ujarnya.

Baca Juga  Gerakan Rakyat Deklrasi Jadi Parpol, Targetkan Terdaftar Februari 2026

Mulawarman juga menilai dinamika kepengurusan DPD Golkar Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulsel dapat mempengaruhi posisi politik Appi sebagai Ketua DPD Golkar Kota Makassar.

Mulawarman bahkan menduga ada gelagat membuat seorang kader tidak nyaman. Akhirnya kader memilih meninggalkan partai.

“Itu gaya klasik, mengusir kader Partai keluar dari Partai dengan cara membuatnya tidak nyaman di Partai, sampai akhirnya kader keluar sendiri,” katanya.

Singgung Ketum Bahlil

Mulawarman juga menyinggung posisi Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam dinamika tersebut. Menurut Mulawarman, jabatan strategis dalam struktur Golkar di daerah-daerah memiliki keterkaitan erat dengan kepemimpinan Ketum Bahlil di DPP.

Namun, kata Mulawarman lagi, sejauh mana Bahlil mengetahui persoalan yang dihadapi Appi di Golkar Sulsel.

“Bahlil sekarang ini memang merasa sudah cukup kuat dan aman di elit nasional. Bahlil gak peduli. Bahlil gak peduli Appi, termasuk gak peduli latar Appi dan segalanya yang berkaitan dengan Appi,” kata Mulawarman.

Sumber: Berandaindonesia.com

News