Ahmad Ali: Jokowi Tetap Dicintai dan di Hati Rakyat

Ahmad Ali Jokowi PSI

Ahmad Ali (ketua harian DPP PSI) mendampingi Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Rapat Kerja (Raker) DPW PSI Provinsi Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026, di Bandar Lampung. (Dok. Foto: Ist)

PSI sengaja memberikan perhatian khusus DPW Lampung kepada Jokowi karena PSI Lampung memiliki struktur partai yang relatif solid dan lengkap hingga tingkat desa/kelurahan.

Dalam dalam raker tersebut, Jokowi menekankan pentingnya membangun mesin partai yang kuat, hidup, dan bekerja nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh elite, melainkan juga oleh kelengkapan dan aktivitas struktur hingga akar rumput.

“Kita ingin memiliki sebuah mesin dengan kekuatan yang besar, dan itu bisa kita capai kalau seluruh DPD ini memiliki DPC, semuanya memiliki DPRT sampai ranting di desa. Dan saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai DPD Kota Bandar Lampung, saat ini rantingnya sudah sampai ke desa kelurahan 92 persen,” ujar Jokowi melalui sambutannya pada raker tersebut.

Baca Juga  Kaesang Pangarep Sapa "Bang Ali" kepada Ahmad Ali

Jokowi menyebut bahwa struktur PSI di Provinsi Lampung telah menjangkau lebih dari 90 persen hingga tingkat ranting. Menurutnya, struktur-struktur ini menjadi sebuah mesin besar, sebuah mesin yang kuat dan siap bekerja.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya kader PSI harus aktif membaur dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya di tingkat ranting dan kecamatan.

“Bapak, Ibu yang ada di struktur, utamanya yang ada di ranting dan kecamatan, harus memiliki kehidupan sosial dalam lingkungan. Setiap hari harus selalu dekat kepada rakyat, dekat kepada masyarakat,” ucap Jokowi.

“Tolong dikenalkan partai kita ini, PSI, kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat. Datangi ke rumah-rumah beliau. Tokoh-tokoh agama, datangi ke rumah-rumah beliau,” pesannya kepada kader dan pengurus PSI di Lampung.

Baca Juga  Kemhan Ungkap Alasan Calon Manajer Kopdes Wajib Ikut Latihan Militer

Ia mengungkapkan tingkat pengenalan PSI secara nasional yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Di Indonesia, katanya, PSI baru dikenal 78 persen. Seharusnya 98 persen. Lambang Gajah saja baru kenal 48 persen.

Sumber: BerandaindonesiaCom

News