Nusron Wahid Hadiri Rapat DPR Setelah Absen Akibat Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN

Nusron Wahid

Nusron Wahid nongol di DPR usai ramai kasus OTT anak buah. (CNN Indonesia/ Putri Kunaefi).

Berandaindonesia.com, JakartaMenteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kembali menghadiri rapat DPR RI. Ia hadir setelah dua kali absen dalam rapat pekan lalu.

Nusron hadir dalam rapat pengambilan keputusan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria, Senin (21/9).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat di Baleg DPR. Saat membuka rapat, Dasco menyambut kehadiran Nusron yang datang ketika rapat sudah berlangsung.

“Yang kedua, sebelum kemudian perwakilan dari fraksi-fraksi untuk menyampaikan pendapat akhir mini sebagaimana sikap akhir fraksi, kami ucapkan selamat datang kepada Menteri ATR/BPN yang sudah hadir pada hari ini,” kata Dasco pada Senin (21/9).

Baca Juga  Prabowo Kumpulkan Ormas Islam untuk Bahas Posisi RI di Dewan Perdamaian

Nusron mengenakan kemeja putih dan peci hitam. Ia duduk bersama Wakil Menteri Sekretariat Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej.

Sebelumnya, Nusron absen dalam rapat DPR pada Selasa (15/9). Rapat tersebut membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan aset BUMD. Saat itu, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan mewakili Nusron.

Kemudian, Nusron absen dalam rapat pada Rabu (16/9). Agenda tersebut membahas penetapan dan penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 hasil pembahasan Banggar DPR.

Ossy menjelaskan kehadirannya dalam dua rapat merupakan penugasan dari Nusron. Namun, ia hanya menyebut Nusron memiliki agenda lain tanpa menjelaskan detail kegiatan.

Nusron tampil di hadapan publik pada Jumat (18/9). Saat itu, ia merespons Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga  Makassar - Finlandia Jajaki Kolaborasi Infrastruktur dan Pendidikan

Nusron menyatakan pihaknya menghormati proses hukum dan akan mengikuti aturan KPK. Ia juga menyatakan siap membantu proses yang berjalan sesuai kewenangan aparat penegak hukum.

“Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor pertanahan. Saya kira itu,” katanya.

Kehadiran Nusron dalam rapat DPR kali ini berlangsung saat KPK menyidik dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Fraksi DPR kemudian menyampaikan pendapat akhir mini.

News