Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita sebagai KSAD

Prabowo Tandyo Budi KSAD

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI

Berandaindonesia.com, Jakarta–Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut menandai pergantian jabatan KSAD dari Maruli kepada Tandyo sekaligus penugasan baru bagi Maruli di lingkungan TNI dan pemerintahan.

Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Sementara itu, pengangkatan Maruli berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Keputusan untuk Maruli dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan kedua perwira tinggi TNI itu. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan, penandatanganan berita acara, serta pemberian ucapan selamat oleh Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dan para undangan.

Baca Juga  Sukses Tingkatkan Pertanian, Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Dalam sumpah yang didiktekan Presiden, kedua pejabat militer ini berjanji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan secara lurus dan adil, menjunjung tinggi etika jabatan, serta memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Tandyo merupakan lulusan Akademi Militer 1991 yang lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969. Setelah dilantik, ia menegaskan bahwa percepatan program strategis pemerintah menjadi salah satu pekerjaan rumah TNI Angkatan Darat, terutama pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, dan program ketahanan pangan.

“Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, apakah itu sekolah rakyat, apakah itu ketahanan pangan yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujar Tandyo.

Baca Juga  Reshuffle Kabinet: 18 Pejabat Dilantik, Menko hingga Kepala Badan

Sementara itu, Maruli mengatakan bahwa pembentukan Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil merupakan arahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.

Menurutnya, lembaga tersebut diharapkan turut memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan yang membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah.

Terkait jabatan barunya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas.

“Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, serta undangan lainnya. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir sebagai saksi dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan.

Sumber: BPMI Setpres dan Berandaindonesia.com

 

News