Berandaindonesia.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melaporkan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta terus meningkat pada Triwulan II. Selain itu, konektivitas Transjakarta, MRT, dan LRT kini mencapai 93 persen sehingga mendorong mobilitas warga semakin mudah.
Pramono menyebut jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 230,8 juta orang selama Triwulan II. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 9,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Masyarakat yang menggunakan TJ, MRT, LRT mencapai 230,8 juta orang pada triwulan kedua ini, atau naik sekitar 9,7 persen,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Selanjutnya, Pramono menjelaskan konektivitas transportasi umum juga mengalami lonjakan signifikan. Pada awal pemerintahannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, konektivitas baru mencapai sekitar 22 persen. Kini, angka tersebut telah meningkat menjadi 93 persen.
Selain itu, Pramono berharap peresmian jalur LRT Pegangsaan Dua hingga Manggarai pada Agustus mendatang semakin memperkuat jaringan transportasi umum. Karena itu, dia meyakini jumlah pengguna transportasi publik akan terus bertambah setelah jalur tersebut mulai beroperasi.
“Mudah-mudahan Agustus ini akan diresmikan LRT dari ujung ke ujung yang sudah terbangun dari Pegangsaan atau dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai. Mudah-mudahan bulan Agustus ini diresmikan dan itu akan menambah konektivitas yang ada di Jakarta,” katanya.
Lebih lanjut, Pramono kembali menargetkan peningkatan jumlah pengguna transportasi umum hingga melampaui 30 persen. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak berpotensi mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mempertimbangkan penambahan golongan penerima fasilitas transportasi gratis.
Menurut Pramono, kebijakan tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi publik. Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga skema subsidi agar berjalan lebih adil bagi seluruh kelompok masyarakat.
“Kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis. Bagi yang mampu, ya bayarnya lebih tinggi sedikit,” katanya.