LSI Denny JA: Ahmad Ali Pindahkan Kekuatan Nasdem ke PSI

Ahmad Ali

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali. Foto: psi.id

Berandaindonesia.com, Jakarta–Sejak kepindahan Ahmad Ali dari Partai Nasdem ke PSI tahun lalu, Partai PSI mengalami perubahan wajah yang signifikan.

Di PSI, Ahmad Ali menduduki posisi strategis sebagai Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), posisi kedua di bawah ketua Umum Kaesang Pangarep. 

Kehadiran Ahmad Ali dalam jabatan ketua harian itu sangat potensial membawa energi baru sekaligus harapan baru buat partai tersebut.

Demikian poin penting dari penyampaian Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Senin (11/5/2026).

“Sebagai politisi senior, saya yakin Pak Ahmad Ali punya potensi kuat yang menambah magnet untuk menjadi sumber energi baru di PSI,” katanya.

Toto mengaku yakin, Ahmad Ali pasti punya tantangan, sekaligus beban dan tanggungjawab moral dan profesional untuk membesarkan PSI.

Mantan calon gubernur Sulawesi Tengah pilkada 2024 ini akan membuktikan bahwa dirinya mampu memberi warna baru. Kemampuan itu telah ia buktikan saat mejabat wakil ketua umum DPP partai Nasdem.

Menurut Toto, perpindahan Ahmad Ali dari Nasdem ke PSI adalah perpindahan jaringan, pengalaman, cara kerja dan daya jangkau sosial. Kebetulan, perpindahan dengan misi seperti itulah yang sebenarnya sedang ditunggu PSI.

“Selama ini, PSI itu kan dikenal sebagai partai yang kuat dalam citra modern, urban, digital, dan anak muda. Meskipun, sampai sekarang citra itu belum berbanding lurus dengan hasil. Bahkan, dalam beberapa kasus, citra itu justru menjadi keterbatasan ruang gerak PSI,” jelasnya.

Baca Juga  Ahmad Ali Ingatkan PSI Bali Harus Mengakar dan Hormati Budaya Lokal Setempat

Toto menilai, PSI secara sosiologis cukup kuat di ruang media, tetapi tidak mengakar di kampung politik. Cukup nyaring di isu publik, tetapi belum efektif membangun simpul elektoral.

Cukup agresif dalam wacana, tetapi belum sepenuhnya di terima di segmen muslim yang mayoritas, tokoh daerah, komunitas tradisional dan civil society yang lebih luas.

Data Pemilu 2024, menurut Toto, adalah cermin paling jujur, bahwa PSI harus puas dengan 4,26 juta suara (2,806% suara sah nasional). Sehingga, gagal melewati ambang batas parlemen 4%.

“Ini artinya, masalah utama PSI bukan sekadar kurang populer, tetapi belum cukup berhasil mengubah popularitas menjadi penerimaan sosial yang luas sebagai elektabilitas,” ungkapnya.

Dalam konteks itulah, lanjut Toto, kehadiran Ahmad Ali menjadi penting dan relevan dalam upaya memperluas napas PSI. Ia datang dari tradisi politik Nasdem yang lebih lentur, lebih berpengalaman dalam konsolidasi struktur, dan lebih terbiasa menjalin komunikasi lintas kekuatan.

Ahmad Ali PSI
Toto Izul Fatah, Direktur Komunikasi LSI Denny JA. (Foto: https://www.balebandung.com)

Pengalaman Politik Ahmad Ali sebagai Kekuatan

Dengan bekal itulah, kata Toto, Ahmad Ali potensial menjadi figur yang menjembatani kebutuhan itu. Ini karena Ahmad Ali punya pengalaman parlementer, organisasi, jaringan daerah, hubungan dengan elit politik nasional, dan kedekatan dengan sejumlah simpul sosial yang selama ini tidak terjamah PSI.

Baca Juga  DPP PSI 2025-2030 Dilantik Kaesang, Dewan Pembina Bapak J

Toto berpendapat, minimal ada tiga kelebihan dari Ahmad Ali. Pertama, punya kempampuan konsolidasi politik, karena ia bukan politisi wacana, tetapi politisi lapangan.

Kedua, memiliki daya komunikasi lintas segmen. Sehingga, bisa membantu PSI memperluas bahasa politiknya. Tentu, bukan untuk mengubah PSI menjadi partai oportunistik, tetapi menjadi partai yang lebih komunikatif.

Dan ketiga, lanjut Toto, Ahmad Ali punya pengalaman membaca realitas elektoral. Sehingga, ia tahu bahwa politik bukan hanya soal benar secara moral, tetapi ada penerimaan secara sosial.

Meski begitu, Toto mengingatkan agar Ahmad Ali benar-benar menjadi berkah buat PSI, dan tidak sebaliknya menjadi musibah. Apalagi, dalam konteks Ahmad Ali sebagai politisi elit lama yang, jika PSI cerdas memposisikan Ahmad Ali, politisi potensial mengubah citra PSI yang muda, modern, dan pro perubahan.

Karena itu, Toto menegaskan, masuknya Ahmad Ali ke PSI ini bisa menjadi peluang besar, sekaligus menjadi ujian besar. Salah satu tantangannya adalah menyatukan energi seluruh anak muda PSI dengan jaringan sosial-politik yang lebih luas.

“Sebagai politisi senior, Ahmad Ali punya kemampuan untuk memperbaiki kegagalan 2024. Termasuk, dengan tidak lagi membiarkan PSI terjebak pada politik gaduh lewat figur kontroversial seperti Ade Armando yang mudah melukai kelompok lain,” ungkapnya.

News