Déjà vu Persaingan SYL-IAS dan IAS-Appi

Persaingan IAS Appi

Designed By AI

Setelah 17 tahun musda itu berlalu, ibarat Déjà vu, rivalitas dua kandidat pada musda Golkar Sulsel seperti itu kembali terjadi. Kali ini, IAS dan Munafri Arifuddin (Appi). Kedua figur ini memanfaatkan krisis figur calon ketua Golkar Sulsel usai jabatan Taufan Pawe berakhir pada Nopember 2025.

DPD Golkar Sulsel sudah menyampaikan kepada DPP sejak pertengahan 2025 untuk meminta jadwal Musda XI Golkar Sulsel, namun tidak ada korespondensi. Tanggal 6 Juli 2026, barulah DPP keluarkan jadwal 18 Juli 2026. Rilis jadwal ini mungkin ada kaitannya dengan pemberian rekomendasi diskresi oleh Bahlil kepada IAS pada 24 Juni 2026.

Persaingan menjaring dukungan juga sama persis. Appi sudah mengantongi dukungan 21 ketua DPD, dan IAS belum jelas. Keadaan peta dukungan seperti ini juga terjadi saat rivalitas IAS dan SYL pada Musda Golkar Sulsel 2009 seperti saya ceritakan di atas. Waktu itu, jumlah dukungan untuk IAS sudah tercatat dengan jelas di atas kertas, sementara SYL belum ada kejelasan siapa pemilik suara yang mendukungnya.

Musda XI 2026 kali ini juga seperti itu, dukungan untuk Appi sudah tercatat dengan dengan jelas di atas kertas, yaitu 21 dukungan, sementara IAS belum ada kejelasan. Appi bahkan bisa mengumpulkan mereka yang 21 pemilik suara itu dalam beberapa kali kesempatan, di Jakarta maupun di Makassar.

Baca Juga  Kwarda Pramuka Sulsel Bersama Kemenimipas Gelar Jambore untuk Warga Binaan Pemasyarakatan

Ada kemiripan dalam hal ini. Sebelum Musda Nopember 2009, IAS menghabiskan waktu sampai enam bulan untuk mengumpulkan dukungan tertulis dari DPD pemilik suara. Sementara SYL lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan DPP, khususnya dengan ketua umum Aburizal Bakrie. Hal yang sama juga terjadi pada Musda 2026 ini. Appi banyak menghabiskan waktunya bersama DPD pemilik suara, sementara IAS lebih banyak ke Jakarta berkomunikasi dengan DPP, khususnya dengan Bahlil Lahadalia.

Pada Musda Golkar 2009, SYL kumpulkan DPD pendukungnya di hotel Claro, lalu mengiringi SYL dengan bus menuju Hotel Sedona, arena Musda. IAS tidak melakukan pengumpulan pendukungnya waktu, karena secara fisik, sebagian pendukungnya, telah berada di posko SYL di Hotel Claro.

Bandingkan dengan Musda 2026 kali ini, kurang lebih sama dengan itu SYL itu, IAS mengumpulkan pendukungnya di kediamannya Jln Gunung Batu Putih Bundar, lalu mengantar IAS mengembalikan formulir pendaftaran di kantor Golkar Sulsel Jln Amanagappa. Sementara kubu Appi sendiri tidak bisa mengumpulkan pendukungnya karena fisik sebagian besar pendukungnya sudah ada di rumah kediaman IAS. Lagi pula, tim Appi sendiri memang sudah menyatakan bahwa walikota Makassar ini batal mengembalikan formulir.

Baca Juga  MKPD CIDES ICMI Sulsel Resmi Dikukuhkan

Pada Musda 2009, SYL tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua Golkar Sulsel karena masih berstatus PNS, yang mana PNS sudah pasti bukan anggota partai. Kala itu, SYL harus mendapatkan persetujuan dari pimpinannya di kementerian dalam negeri untuk berhenti sebagai PNS agar bisa mendapatkan status dan kartu anggota Partai Golkar.

Sementara Musda 2026 ini, IAS juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua. IAS harus mendapatkan diskresi dari Ketum Golkar agar bisa memenuhi syarat menjadi calon ketua. SYL 2009 maupun IAS 2026, sama-sama harus mendapatkan persetujuan, atau tidak memenuhi syarat sebelum Musda dimulai

News