Déjà vu Persaingan SYL-IAS dan IAS-Appi

Persaingan IAS Appi

Designed By AI

Di dalam organisasi partai politik, tidak ada seseorang atau beberapa orang dapat bersama-sama ketuanya, menjadi sama-sama hebat. Sama-sama kuat. Ibarat ban depan dan belakang pada kendaraan, tidak mungkin ban belakang bisa sejajar atau lebih di depan daripada ban depan. Saya bisa membayangkan, dalam keadaan seperti apakah, ada ban belakang dan ban depan bisa sejajar. Karena itu, tidak ada jalan bagi IAS dan Appi bisa bersama-sama hebat dan kuat di Golkar Sulsel. Saat ini, IAS adalah ban depan dan Appi bukan ban depan di Golkar Sulsel.

Mengkrabkan (kata lain menyatukan) IAS dan Appi di Golkar Sulsel setelah Musda 2026, itu adalah sandiwara yang tidak layak disandiwarakan. Melihat IAS dan Appi bersatu di Golkar Sulsel nanti, bukanlah tontonan menarik, dan penonton rugi beli tiket.

Baca Juga  Unhas Sokong Global Sustainable Development Congress 2026

Ini ibarat mempertemukan ayam dan kelelawar untuk berdiskusi pada larut malam, atau pada siang bolong, pasti salah satunya tertidur dan yang satunya melek. Biarkanlah ayam bersama ayam pada siang hari, dan kelelawar bersama kelewar pada malam hari.

Baiklah, coretan ini saya hentikan sementara. Coretan ini akan saya lanjutkan setelah Appi melengkapi pernyataannya “dengan catatan” setelah pulang umrah, bahwa dirinya akan tetap berada di Partai Golkar namun dengan catatan…..

======

Artikiel Opini ini ditulis oleh Maqbul Halim(maqbulhalim@gmail.com), jurnalis dan penulis. Opini ini dikirimkan langsung oleh penulis ke redaksi Berandaindonesia.com. Isi opini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian dari tanggung jawab redaksi Berandaindonesia.com.

News