Pendidikan dari Taruna Nusantara hingga Jepang
Latar belakang ekonomi keluarga yang sederhana itu tidak menghalangi Sudaryono menempuh pendidikan tinggi. Dalam karir pendidikannya, Sudaryono memperoleh beasiswa untuk bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada 2000–2003. Pada SMA Taruna itu, ia dikenal sebagai salah satu lulusan berprestasi.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke National Defense Academy (NDA) of Japan atau Bouei Daigakko pada 2004 sampai 2009, dengan mengambil studi bidang Teknik Mesin. Selama menempuh pendidikan di Jepang itu, Sudaryono tidak hanya memperoleh pendidikan teknik dan kepemimpinan, tetapi ia juga menguasai bahasa Jepang secara lisan maupun tulisan. Ia sangat mahir dan lancar berkomunikasi dalam bahasa Jepang.
Pengalaman hidup hampir lima tahun di Jepang membuatnya banyak menyerap budaya kerja yang selalu menekankan disiplin tinggi, efisiensi, dan prinsip “kaizen“, yakni perbaikan berkelanjutan dalam setiap proses kerja.
Sekembalinya ke Indonesia, Sudaryono melanjutkan pendidikan magister di Swiss German University (SGU) dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA).
Semangat belajarnya tidak berhenti sampai di situ. Selama tiga tahun sejak 2020, ia menempuh pendidikan doktoral di Sekolah Bisnis IPB (Institut Pertanian Bogor) University. Di perguruan tinggi pertanian ini, Sudaryono meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Gagal Menjadi Prajurit, Justru Bertemu Prabowo
Perjalanan karir Sudaryono sempat mengalami titik balik setelah gagal melanjutkan karier militer karena alasan kesehatan. Kegagalan itu justru menjadi awal kedekatannya dengan Prabowo Subianto.
Sepulang dari Jepang pada 2009, dengan kedekatannya, Sudaryono dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo. Selama lebih dari lima tahun , ia mendampingi berbagai aktivitas Prabowo, mulai dari urusan bisnis, organisasi, hingga kegiatan politik.
Masa itu menjadi proses pembelajaran yang sangat membentuk pemahamannya mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, strategi bisnis, serta ketahanan pangan. Yang terakhir inilah yang kemudian menjadi salah satu agenda utama Prabowo. Perjalanan ini membuat Sudaryono dan Prabowo menjadi sahabat.
Persahabatan tersebut berlanjut ketika Prabowo menjejakkan karir lanjutannya di pemerintahan. Pasca 1998, Prabowo praktis meninggalkan jalur militer sebagai jalur karirnya. Sudaryono kemudian menjadi salah satu orang kepercayaan yang banyak diberi tanggung jawab, khususnya untuk berbagai urusan dalam bidang pertanian, ekonomi kerakyatan, dan ketahanan pangan.
Karier Bisnis Lintas Sektor
Sebelum menggeser karirnya ke bidang pemerintahan, Sudaryono lebih dahulu membangun karier di dunia usaha atau bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Corporate Secretary Nusantara Energy, perusahaan yang didirikan Prabowo Subianto. Setelah posisi itu, Sudaryono kemudian dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) perusahaan tersebut.
Selain itu, ia juga menjadi pendiri sekaligus CEO Garuda TV, memimpin PT Nusantara Telematics System, PT Indonesian Defense and Security Technologies, serta menjabat Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma.