Sudaryono, Anak Petani Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)

Sudaryono Kepala BGN

Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Sudaryono juga mantan wakil menteri Pertanian. (Doc. Foto: Ist)

Di luar isu pertanian, HKTI di bawah kepemimpinannya juga aktif menjalankan program tanggap bencana di wilayah pedesaan, termasuk membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi bagi petani yang terdampak banjir di Aceh-Sumater Utara, maupun daerah yang mengalami kekeringan panjang.

Kiprah Politik

Di Partai Gerindra, Sudaryono menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, periode 2020-2025. Tahun 2023 (Oktober) Surdaryono ditunjuk memimpin DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah, sampai saat ini. Waktu terpilih ini, Sudaryono baru berusia 38 tahun.

Karier politiknya memasuki babak baru ketika Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 2024, mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Selama menjabat sebagai Wamentan, Sudaryono aktif mengawal berbagai program, seperti peningkatan produksi pangan nasional, pemberdayaan petani, serta penguatan ketahanan pangan. Tiga hal ini kemudian menjadi fondasi menuju swasembada pangan.

Salah satu tugas yang paling banyak mendapat perhatian adalah penyusunan ekosistem rantai pasok bahan pangan untuk mendukung Program MBG.

Baca Juga  Presiden Prabowo Bongkar Perizinan Rumit yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dari Kementan Menuju BGN

Pengalaman di atas, di bidang pertanian dan pangan, dinilai menjadi salah satu alasan utama Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono memimpin Badan BGN.

Sudaryono Kepala BGN
Sudaryono, kepala BGN. Foto: ist

Di Kementerian Pertanian, ia telah banyak meng-endorse konsep integrasi produksi pangan dan kebutuhan Program MBG. Menurutnya, kebutuhan bahan baku seperti beras, telur, susu, daging, ikan, buah dan sayuran sebaiknya dipenuhi dari petani, peternak, nelayan, koperasi desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sekitar lokasi dapur MBG.

Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian daerah. Roda ini bergerak karena kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Sudaryono berhadap konsep tersebut menciptakan siklus (rantai) ekonomi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, masyarakat memperoleh makanan bergizi di sekolah. Di sisi lain, petani dan pelaku usaha pangan memiliki akses pasar yang pasti, sehingga pendapatan mereka meningkat.

Baca Juga  Gubernur Sulsel: Pemenuhan Gizi Harus Bebas Korupsi

Gaya Kepemimpinan

Meski memiliki latar belakang pendidikan internasional dan bergelar doktor, Sudaryono tetap dikenal memiliki gaya komunikasi yang sederhana dan merakyat.

Dalam berbagai kunjungan lapangan, ia kerap menggunakan bahasa Jawa ketika berdialog dengan petani maupun pedagang pasar. Penampilannya juga cenderung low profile, sehingga bahasa tuturnya mudah dimengerti bahkan oleh masyarakat di akar rumput.

Karakter Sudaryono adalah perpaduan dari tiga entitas latar belakang, yaitu disiplin yang diperoleh dari pendidikan di SMA Taruna Nusantara, pengalaman belajar di National Defense Academy of Japan, dan pengalaman profesional di dunia bisnis.

Pendekatan tersebut membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan eksekusi program, koordinasi lintas sektor, serta penyelesaian persoalan secara langsung di lapangan.

Kini, sebagai Kepala BGN yang baru, Sudaryono menghadapi tantangan besar untuk memastikan Program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan koperasi di seluruh Indonesia.

News