Prabowo Merepons Kritik The Economist Soal Program MBG dan Demokrasi

Presiden Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO

Berandaindonesia.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto merespons artikel media asing The Economist berjudul “Archipelagoing fast” yang terbit pada 16 Mei 2026. Melalui tulisan balasan yang terbit pada 10 Juni 2026, Prabowo menjawab sejumlah kritik sekaligus menegaskan komitmennya terhadap demokrasi dan program prioritas pemerintah.

Prabowo menyampaikan bahwa kritik selalu hadir dalam kehidupan publik. Namun, ia memandang kritik sebagai bagian penting dalam proses demokrasi yang sehat dan terus berkembang.

“Kritik adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan mudah, yaitu dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa, dan tidak menjadi apa-apa,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo menilai pengalaman panjang di militer, kehidupan publik, dan politik memberinya pemahaman yang lebih luas mengenai arti kritik. Karena itu, ia tidak memandang kritik sebagai ancaman terhadap pemerintahan.

Selanjutnya, Prabowo menegaskan bahwa kritik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, ia mengaku selalu memperhatikan setiap masukan yang muncul di ruang publik.

Baca Juga  Wapres Gibran Dukung Penetapan Pahlawan Nasional Soeharto

“Saya selalu membiasakan diri untuk mencermati setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintahan saya dan menilainya berdasarkan fakta, hasil yang dicapai, serta realitas yang dihadapi masyarakat,” ujar Prabowo.

Kemudian, Prabowo kembali menegaskan keyakinannya terhadap sistem demokrasi. Menurut dia, demokrasi memang tidak sempurna, namun sistem tersebut tetap menjadi pilihan terbaik hingga saat ini.

Prabowo juga mengulas perjalanan politiknya dalam berbagai pemilihan presiden sejak 2004. Pengalaman itu, menurut dia, mengajarkan pentingnya menghormati pilihan rakyat.

“Saya memahami betul bahwa legitimasi demokrasi diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan publik, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada kelompok pemilih tertentu.

“Kami harus bekerja untuk masa depan bersama dan menjalankan program yang menjadi dasar kemenangan kami dalam pemilu, sebagaimana seharusnya dilakukan setiap pemerintahan demokratis,” ujar Prabowo.

Baca Juga  Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Nanik Suryati Ditunjuk sebagai Pengganti

Prabowo Jawab Kritikan Terhadap Program MBG

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menjawab kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program tersebut menjadi salah satu kebijakan yang paling sering mendapat sorotan publik.

“Saya heran melihat begitu mudahnya orang mengkritik program makan bergizi gratis,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia masih menghadapi persoalan gizi yang serius. Ia menyoroti tingginya angka stunting serta keterbatasan akses gizi bagi jutaan ibu hamil dan balita.

Karena itu, pemerintah menjalankan MBG untuk menjawab kebutuhan tersebut. Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa banyak negara telah menerapkan program serupa dalam berbagai bentuk.

“Indonesia tidak sedang menjalankan sesuatu yang radikal atau tidak lazim. Kami sedang mengatasi tantangan nasional yang secara langsung memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan daya saing rakyat di masa depan,” ujar Prabowo.

News