PSI Kecam Penahanan Relawan dan Jurnalis Indonesia oleh Israel

PSI

Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu jurnalis yang diculik Israel saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5). Foto: ANTARA

Berandaindonesia.com, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam keras penangkapan dan penahanan relawan kemanusiaan serta jurnalis, termasuk warga negara Indonesia, oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. PSI juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Indonesia untuk membebaskan seluruh WNI melalui jalur diplomatik dan hukum internasional.

Direktur Penggalangan Relawan DPP Partai Solidaritas Indonesia, Furqan AMC, menilai tindakan Israel bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Menurutnya, para relawan membawa bantuan medis dan pangan bagi warga sipil yang terdampak konflik, bukan perlengkapan militer.

“Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang yang Israel lakukan adalah tindakan pengecut yang mencederai nilai-nilai universal kemanusiaan. Para relawan tidak membawa senjata. Mereka justru membawa bantuan medis dan pangan bagi warga sipil yang terjebak di konflik,” kata Furqan, Kamis (21/5).

Baca Juga  Ekspor Perdana CV Harvest Green Global Agriculture, Kirim Butir Kelapa ke Vietnam

Selain itu, PSI mengingatkan bahwa penahanan terhadap pihak yang menjalankan misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa. Karena itu, partai tersebut menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap upaya kemanusiaan internasional yang bertujuan membantu masyarakat sipil di wilayah konflik.

“Menyikapi tindakan represif Israel, PSI menuntut pembebasan tanpa syarat seluruh relawan dan jurnalis. Juga mendukung upaya Pemerintah RI untuk memaksimalkan seluruh jalur diplomatik, memperkuat tekanan internasional, dan mengambil langkah hukum guna memastikan kepulangan semua WNI dengan selamat,” lanjut Furqan.

Lebih lanjut, PSI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada Israel atas pelanggaran yang terus berulang. PSI menilai langkah tersebut penting untuk mencegah tindakan serupa terhadap misi kemanusiaan di masa mendatang.

Baca Juga  Pengakuan Negara Palestina Makin Meluas

Sebelumnya, militer Israel menangkap peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi sembilan WNI ikut ditahan, terdiri atas lima relawan kemanusiaan dan empat jurnalis.

News