Berandaindonesiacom, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI di Istana Negara, Senin (27/4). Kepala Bakom RI itu langsung menyoroti perubahan besar lanskap media, terutama peran media sosial yang kini menyerupai pers.
Prabowo membentuk Bakom RI sebagai badan baru dalam struktur pemerintahannya. Sebelumnya, Angga Raka Prabowo memimpin lembaga ini sebagai kepala pertama sejak pembentukan awal.
Sebelumnya, pemerintah membentuk Kantor Komunikasi Kepresidenan pada akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo. Hasan Nasbi memimpin kantor tersebut sebagai Kepala PCO saat itu.
Qodari membawa pengalaman panjang dari lingkaran pemerintahan. Ia sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan sebelum Dudung Abdurachman menggantikan posisinya.
Selain itu, Qodari juga pernah mendampingi A. M. Putranto sebagai Wakil Kepala KSP. Ia terus memperkuat perannya dalam koordinasi kebijakan strategis pemerintah.
Di luar pemerintahan, Qodari membangun reputasi sebagai pengamat politik. Ia mendirikan Indo Barometer pada 2006 dan aktif melakukan riset opini publik.
Sebelum itu, Qodari mengembangkan karier di lembaga survei. Ia menjabat Wakil Direktur Eksekutif LSI dan Direktur Riset LSI dalam periode berbeda.
Setelah pelantikan, Qodari menilai perubahan media sebagai tantangan utama. “Sudah ada beberapa pemikiran, yang jelas begini lanskap media kita ini sangat berbeda dengan 10 hingga 20 tahun yang lalu, karena selain media massa, ada juga yang namanya media sosial, media sosial pada hari ini juga sebagian berperilaku seperti pers,” kata Qodari usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).
Ia kemudian menegaskan perbedaan aturan antara media massa dan media sosial. Perbedaan ini menuntut pendekatan baru dalam komunikasi pemerintah.
Sejak Prabowo memimpin pada 20 Oktober 2024, Qodari telah mengisi tiga posisi strategis. Pergantian ini menunjukkan peran pentingnya dalam arsitektur komunikasi pemerintahan.